Jaksa Militer Berencana Hadirkan Dokter Jiwa jadi Saksi Ahli dalam Kasus Perusakan Polsek Ciracas

Prada Muharman Ilham digelar pada Kamis (14/2/2021) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta sidang kini beragendakan pemeriksaan saksi

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana jalannya sidang perdana Prada Muhammad Ilham di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (14/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sidang kasus perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus 2020 lalu yang menjerat oknum anggota TNI Prada Muharman Ilham jadi terdakwa terus bergulir.

Sejak sidang perdana Prada Muharman Ilham digelar pada Kamis (14/2/2021) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, sidang kini beragendakan pemeriksaan saksi.

Kepala Oditurat II-07 Jakarta Kolonel Sus Faryatno Situmorang mengatakan pada agenda pemeriksaan saksi ini pihaknya berencana menghadirkan saksi ahli.

"Seperti dokter jiwa dari RS Ridwan (Meuraksa). Pemeriksaan saksi tambahan akan dilaksanakan tanggal 1 Maret 2021," kata Situmorang saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (26/2/2021).

Saksi ahli tersebut guna membuktikan dakwaan yang dibuat Oditurat II-07 Jakarta selaku Jaksa dalam peradilan militer terhadap Prada Muharman Ilham.

Yakni bahwa Prada Muharman Ilham diduga menyebarkan berita bohong dikrinya dikeroyok warga di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur.

Dia disangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 14 ayat 1, jo ayat 2 UU Nomor 1 tahun 1948 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Prada Muharman Ilham terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara bila nantinya dinyatakan Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta bersalah.

"Kita lihat tanggal 1 (Maret 2021) besok (saksi ahli) hadir atau tidak. Jika tidak maka (agenda sidang) akan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa," ujarnya.

Situmorang menuturkan dari 77 oknum anggota TNI yang jadi terdakwa, Prada Muharman Ilham jadi pertama disidangkan karena berkasnya pertama dilimpahkan.

Penetapan 77 oknum anggota TNI jadi terdakwa berdasar penyidikan jajaran Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam kasus perusakan Polsek Ciracas.

Oditurat Militer II-07 Jakarta sendiri kini mulai melimpahkan berkas perkara oknum anggota TNI lain ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk disidangkan.

"Sekarang sudah bergulir 11 perkara lainnya," tuturnya.

Sebagai informasi, kasus perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus 2020 lalu berawal dari keterangan bohong yang disampaikan Prada Muharman Ilham.

Sebelum kejadian dia mengaku luka akibat dikeroyok sejumlah warga saat melintas di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.

Baca juga: Awas! Jembatan Graha Prima Tambun Nyaris Ambles

Baca juga: Baca Manga One Piece 1005: Marco vs King, Sanji vs Jack, Lalu Siapakah Lawan Queen?

Baca juga: Warung Gudeg di Bekasi Hancur hingga Satu Orang Menderita Luka Bakar Akibat Tabung Gas Meledak

Keterangan bohong ini menyulut emosi oknum anggota TNI lain sehingga melakukan perusakan sejumlah gerobak dagang dan menyerang warga.

Kebohongan terungkap setelah Puspom TNI melakukan penyidikan, hasilnya Prada Muharman Ilham luka akibat Kecelakaan tunggal saat berkendara.

Penyidik Puspom TNI lalu menetapkan 77 oknum anggota jadi tersangka, 67 oknum anggota TNI AD, 9 oknum anggota TNI AL, dan 1 oknum anggota TNI AU.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved