Breaking News:

Info Kesehatan

Kematian Akibat Kanker Paru di Indonesia Meningkat 18 Persen, Ini Penjelasannya

Kematian akibat kanker paru baik di Indonesia maupun di dunia  menempati urutan pertama di antara semua jenis kanker. 

Freepik
Ilustrasi pita kanker 

Pada diskusi ini, IPKP dan CISC telah menyampaikan tiga poin rekomendasi penting terkait  penanganan kanker paru di Indonesia. 

Pertama, penyintas kanker paru berharap agar kanker  yang paling mematikan ini menjadi prioritas nasional. 

Kedua, akses penyintas kanker paru terhadap pengobatan yang berkualitas perlu  ditingkatkan agar penyintas mendapatkan hak melalui JKN secara penuh sesuai pedoman  penatalaksanaan kanker paru. 

Dan rekomendasi ketiga, saat ini masih dibutuhkan gerakan  nasional yang kolektif dan kolaboratif oleh seluruh kelompok kepentingan untuk penanggulangan  kanker paru di Indonesia. 

Dengan itu, perlu adanya penguatan kolaborasi antar semua  pemangku kepentingan dalam upaya promotif, preventif, diagnosis, kuratif, rehabilitatif dan  paliatif untuk penanggulangan kanker paru secara nasional. Karena kanker paru adalah kanker yang memiliki tingkat kematian tertinggi di Indonesia, sangat penting untuk menjadikan kanker  paru sebagai urgensi nasional.  

Diskusi virtual kali ini juga dilengkapi dengan acara peluncuran buku bertajuk “Bersahabat  dengan Kanker Paru: Kumpulan Kisah Inspirasi Penyintas Kanker Paru”, sebuah buku karya 11 penulis yang terdiri dari penyintas dan caregiver anggota CISC, menceritakan kisah perjuangan  mereka dalam melawan kanker paru.  

FOLLOW JUGA:

Pada kegiatan ini, Aryanthi Baramuli Putri selaku Ketua Umum Cancer Information & Support  Center (CISC), menyatakan bahwa peluncuran buku menjadi wujud CISC dalam memperingati hari kanker  sedunia guna menghidupkan semangat yang besar bagi rekan-rekan penyintas kanker paru yang  kini tengah berjuang melawan kanker paru. 

“Kami berharap penyintas kanker paru bisa mendapatkan akses yang tepat untuk diagnosis dan pengobatan sehingga mereka memiliki kualitas dan harapan hidup yang lebih baik,” jelas Aryanthi.

Baca juga: Ashanty Keluar dari RS, Lakukan Hal Ini Usai Dirawat karena Covid-19, Kakak Anang Minta Doa

Mewakili Pokja Onkologi Toraks Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam diskusi ini, Dr. Sita  Laksmi Andarini, PhD, Sp.P(K), menyampaikan bahwa pengobatan kanker paru telah tersedia di Indonesia dengan mengikuti panduan tatalaksana Kanker Paru dan Perhimpunan Dokter Paru  Indonesia sesuai dengan pedoman internasional, termasuk pembedahan, kemoterapi, terapi target dan imunoterapi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved