Breaking News:

Info Kesehatan

Kematian Akibat Kanker Paru di Indonesia Meningkat 18 Persen, Ini Penjelasannya

Kematian akibat kanker paru baik di Indonesia maupun di dunia  menempati urutan pertama di antara semua jenis kanker. 

Editor: Kurniawati Hasjanah
Freepik
Ilustrasi pita kanker 

Sehingga kedepannya, semua pihak baik pemerintah, masyarakat  awam dan penyintas bersama-sama melakukan upaya efektif dalam menekan laju kanker pembunuh nomor satu ini. 

Dengan naiknya premi BPJS dan banyak obat kanker yang telah  digantikan dengan generik atau biosimilar yang jauh lebih murah di tahun 2021, diharapkan  pemerintah memiliki ruang anggaran untuk akses pengobatan yang berkualitas bagi penyintas kanker paru di JKN.

Pemerintah diharapkan dapat mewujudkan kepastian dan jaminan agar  penyintas bisa mendapatkan akses terhadap pengobatan yang tepat sesuai dengan diagnosis.

“Harapan kami agar pemerintah dapat mempercepat tersedianya akses terhadap pengobatan  inovatif untuk kanker seperti terapi target dan imunoterapi, sebagai bagian dari jaminan akses  pasien terhadap pengobatan yang terbaik – termasuk menambahkan pengobatan personalisasi bagi penyintas kanker paru sub-tipe ALK dan EGFR negatif ke dalam BPJS”, ujar Megawati. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved