Breaking News:

Tancap Gas Usai Dilantik Presiden, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Akselerasi Warkop Digital

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berkomitmen untuk mengakselerasi Warkop Digital demi mewujudkan program pemerintah Desa Digital Desa Wisata.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi BPMI Setpres 2021
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (kiri) dan Wakil Gubernur Rosjonsyah saat upacara pelantikan di Istana Negara pada Kamis, 25 Februari 2021. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berkomitmen untuk mengakselerasi Warkop Digital demi mewujudkan program pemerintah Desa Digital Desa Wisata atau DEDI DEWI.

Ini merupakan platform untuk pengembangan ekonomi desa melalui digitalisasi masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubernur Rohidin Mersyah saat upacara pelantikan bersama Wakil Gubernur Rosjonsyah di Istana Negara, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Peluang Kaum Milenial Wujudkan Ekonomi Digital, Warkop Digital Perdana Berdiri di Provinsi Bengkulu

Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan pentingnya mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM yang digabungkan sektor pariwisata.

"Sekarang kami sudah launching satu dua tahun terakhir yang namanya DEDI DEWI, yang sejalan dengan program presiden Desa Digital dan Desa Wisata, di mana kopi hasil kebun rakyat menjadi komoditas utama yang kita sebut dengan Warung Kopi Digital, yang mencoba mensinergikan Desa Digital dengan Desa Wisata," kata Gubernur Rohidin Mersyah setelah upacara pelantikan.

Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan kehadiran Warkop Digital di 1.431 desa di Bengkulu akan menjadi pemicu, di mana Warkop Digital akan menggerakan ekonomi di tingkat desa yang selaras dengan era digitalisasi sekarang, apalagi di saat pandemi Covid-19.

Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan Warkop Digital sebagai salah satu program unggulan untuk mewujudkan pembangunan Provinsi Bengkulu, yang memiliki beragam potensi untuk dikembangkan, dengan memberikan akses digital ke masyarakat luas untuk memasarkan komoditas unggulan Bengkulu.

Warkop Digital merupakan pemberdayaan masyarkat desa melalui layanan digital dengan kedai kopi sederhana, sebagai wadah fasilitasi pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan desa, pemasaran, percepatan akses, serta pelayanan informasi guna membangun usaha mikro dan lapangan pekerjaan di desa.

Program ini selaras dengan program pemerintah 2021 untuk menyerap 97 persen angkatan kerja untuk menggerakkan ekonomi Indonesia, salah satunya dengan usaha mikro atau UMKM.

Namun, kurangnya literasi digital di pedesaan menjadi kendala mewujudkan program ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved