Antisipasi Virus Corona di DKI

Plh Wali Kota Jakpus Sayangkan Kerumunan Pedagang yang Berebut Vaksin Covid-19 di Pasar Tanah Abang

Plh wali kota Jakarta Pusat menyayangkan insiden kerumunan pedagang yang berebutan vaksinasi Covid-19, di Pasar Tanah Abang

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
ratusan orang mengantre vaksinasi Covid-19 gratis di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pukul 12.00 WIB, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyayangkan insiden kerumunan pedagang yang berebut vaksin Covid-19, di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Menurut Irwandi, pedagang sebaiknya pedagang dapat bersabar dan tidak perlu saling berebut.

"Saya sangat sayangkan pedagang kenapa malah berebutan. Sebaiknya bersabar, kan ada petugas yang mendata mereka," kata Irwandi, saat dihubungi, Sabtu (27/2/2021).

"Petugas terkait akan mendata para peserta penerima vaksin sesuai kuota yang tersedia," lanjut Irwandi.

Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang sempat dihentikan lantaran berkerumunan.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat pun telah mengevaluasi hal tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko).

Mereka membahas ihwal aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang menjadi acuan penegakan hukum saat pandemi Covid-19. 

"Jakarta Pusat ini kan sudah tidak ada zona merah, jadi jangan sampai gegara kerumunan itu menimbulkan zona merah lagi," ucap Irwandi

"Kami tidak ingin ada zonar merah. Jadi tolong kepada warga agar terus mematuhi aturan," sambungnya. 

Koordinator Vakisinasi Pedagang Tanah Abang, Siti Khalimah, menuturkan penyebab kericuhan pedagang yang memperebutkan vaksin Covid-19, di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Dia mengatakan, penyebab tersebut lantaran jumlah pedagang yang membeludak.

"Karena waktu pendaftaran pertama itu, lama sekali dibuka sama pasar. Tapi orang-orang itu yang mendaftar hanya sembilan ribu tujuh ratus dua puluh (9.720)," jelas Siti, saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

"Mungkin mereka masih takut untuk daftar. Tapi setelah vaksininasi mulai, lancar, tidak ada kendala, gratis, dan akhirnya mereka minta didata lagi," lanjut Siti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved