Terdakwa Korupsi Dilantik Jadi Wakil Bupati Usai Minta Izin Keluar Rutan, Ini Kata Gubernur

Seorang terdakwa korupsi dilantik jadi Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat (26/2/2021). Dia adalah Johan Anuar. Ini kata Gubernur Sumsel.

Editor: Suharno
TANGKAPANN LAYAR
Proses pelantikan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anuar yang terjerat kasus dugaan korupsi lahan kuburan di Griya Agung Palembang oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang terdakwa korupsi dilantik jadi Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat (26/2/2021). Dia adalah Johan Anuar.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru angkat bicara terkait pelantikan Johan Anuar sebagai Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU).

Padahal, Johan saat ini merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi lahan kuburan.

Herman mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait status Johan, apakah akan langsung dinonaktifkan dari jabatan Wakil Bupati OKU.

"Memang sekarang masih menjalani proses hukum, tapi kita mengedepankan praduga tak bersalah. Kita berdoa, Beliau bebas dari tuntutan," kata Herman usai melantik enam bupati dan wakil bupati terpilih di Griya Agung Palembang, Jumat (26/2/2021).

Menurut Herman, apabila Johan divonis bersalah, maka Kuryana Aziz yang merupakan Bupati OKU terpilih akan kehilangan wakil.

TONTON JUGA:

Saat itu, seluruh partai pengusung harus menyiapkan pengganti dengan mengusulkan nama baru ke DPRD Kabupaten OKU.

Baca juga: Ini Gaji Wali Kota Solo yang Akan Diterima Gibran Rakabuming, Sebanding dengan Pengusaha Kuliner?

Baca juga: Gibran dan Bobby Cetak Sejarah, Jadi Kepala Daerah yang Dikawal Paspampres, Ini Respon Istana

Baca juga: Tak Mau Kalah dari Gibran dan Bobby, Kaesang Pangarep Beli Saham Klub Liga 1 Bali United?

Baca juga: Video Paspampres Menendang Pengendara Moge Viral di Media Sosial, Istana: Mereka Membahayakan

"Kalau pun Pak Kuryana harus bekerja sendiri, harus segera diusulkan Wakil Bupati dengan bersepakat dengan partai pengusung dan diusulkan ke DPRD. Harus ada sinkronisasi antara partai dan kepala daerah," ujar Herman.

Di sisi lain, Herman juga menegaskan kepada seluruh kepala daerah agar tetap berada di wilayah masing-masing dan fokus untuk bekerja.

Dengan begitu, seluruh program dapat berjalan dengan baik.

Terlebih lagi, saat ini sedang memasuki musim kemarau dan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Jangan terlalu banyak meninggalkan tempat. Jangan terlalu banyak menjadi bupati di Jakarta. Boleh saja kalau ada urusan keluarga dan urusan dinas. Tapi jangan berdomisili di Jakarta, karena masyarakat kita butuh pelayanan," kata Herman.

Izin Keluar Rutan untuk Dilantik

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved