Breaking News:

Seorang Karyawan BUMN Kena Tipu Rp 67,5 Juta Akibat Iming-iming Bisnis Alkes di Bekasi

Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pelaku bernama Judhiono Subyanto (49), seorang karyawan swasta yang kenal dengan korban.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama Asyhari (49), kena tipu gara-gara tergiur bisnis pengiriman alat kesehatan (alkes) yang ditawarkan kenalannya.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pelaku bernama Judhiono Subyanto (49), seorang karyawan swasta yang kenal dengan korban.

"Jadi antara korban dan pelaku saling kenal, mereka berniat bisnis alat kesehatan, pelaku meminta investasi uang ke korban," kata Erna saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2021).

Uang yang diminta pelaku tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp67.500.000. Uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal bisnis dan keuntungan akan dibagi antara keduanya.

"Pengiriman alat kesehatannya ke seluruh indonesia, korban diiming-imingi keuntungan bisnis yang akan dibagi dua," tegasnya.

Namun, hingga batas waktu yang disepakati keduanya. Uang modal bisnis urung dikembalikan dan keuntungan yang sempat diiming-imingin tak kunjung didapat.

"Korban merasa curiga dan kemudian memanggil pelaku ke rumah korban untuk menanyakan hal tersebut," ucap Erna.

Hingga perundingan panjang, pelaku akhirnya mau mengakui kalau bisnis pengiriman alkes tersebut fiktif.

"Setelah ditanya-tanya ternyata bisnis fiktif, pelaku hanya ingin mendapat uang untuk keperluan pribadi,"tuturnya.

Baca juga: Resepsi Pernikahan Gagal Gara-gara Banjir, Wali Kota Bekasi Minta Gubernur Ridwan Kamil Turun Tangan

Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Pondok Gede. Anggota kemudian memproses laporan sekaligus mengamankan pelaku di kediamannya daerah Pondok Gede, Kota Bekasi.

Tersangka kini mendekam di tahanan Mapolsek Pondok Gede Polres Metro Bekasi Kota, dia dikenakan pasal 378 KUPidana tentang penipuan.

"Berkas perkara sudah kami serahkan ke ke kejaksaan, barang bukti berupa rekening koran dan saksi juga sudah lengkap," kata Erna.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved