Budidaya Maggot di Duren Sawit, Bantu Kurangi Sampah Organik
Kurangi sampah organik, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit, Amid ajak masyarakat budidaya maggot selama pandemi.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kurangi sampah organik, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit, Amid ajak masyarakat budidaya maggot selama pandemi.
Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier yang diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal.
Untuk mengurangi sampah organik yang ada, budidaya maggot dapat dilakukan lantaran media utamanya ialah sampah organik.
Sekira tiga bulan, di TPS 3R Malaka Selatan RW 09 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur budidaya maggot telah dilakukan.
Maggot dewasa akan digunakan untuk pakan ternak hingga ikan lele di sekitar lokasi.
"Maggot salah satu program pemerintah dalam Pergub 77, artinya pengurangan sampah organik dalam budidaya maggot. Ini digunakan untuk pakan ternak, budidaya maggot cukup tinggi, seperti untuk ikan lele," kata Amid, Selasa (2/3/2021).
Meningkatnya sampah di TPS tersebut selama pandemi, membuat Amid mengajak masyarakat untuk membantu proses pemilihan sampah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan budidaya maggot. Bila tak paham, ia menganjurkan mngikuti panduan yang ada di internet.
"Di sudah dari 3 bulan lalu. Mudah-mudah masyarakat bisa membudidayakan maggot ini. Artinya pengurangan sampah organik bisa dikurangi langsung di masyarakat," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/maggot-di-malaka-2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/maggot-di-malaka-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/maggot-di-malaka.jpg)