Sisi Lain Metropolitan

Kena PHK Restoran Amigos, Widodo Berjuang Merintis Usaha Makanan di Rumah: Ciptakan Menu Sendiri

Widodo bercerita bahwa usaha ini merupakan buah hasil bersiasat di tengah kabut kelam pandemi Covid-19. Ia memutuskan meracik sendiri menunya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Widodo (40), mantan juru masak makanan Meksiko yang tengah merintis usaha sendiri usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (1/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Diberhentikan dari restoran imbas pandemi Covid-19, tak membuat Widodo (40) bertopang dagu berlarut-larut.

Mantan juru masak masakan Meksiko itu mengambil hikmah dari masa suram yang menerpanya.

Lewat keahlian memasak bertahun-tahun, ia tengah merintis usaha makanan di rumah kontrakan sederhananya di Kawasan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Tak jauh memasuki Gang Melinjo di Jalan Asem II, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sebuah spanduk bertuliskan "Pawon D'Mlinjo" terpampang di sebuah rumah berukuran sekira 3 x 12 meter.

Widodo (40), mantan juru masak makanan Meksiko yang tengah merintis usaha sendiri usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (1/3/2021).
Widodo (40), mantan juru masak makanan Meksiko yang tengah merintis usaha sendiri usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (1/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Rumah kontrakan yang dihuni Widodo, istri, anak dan saudaranya itu disulap menjadi restoran pesan antar.

Ditemui TribunJakarta.com, Widodo bercerita bahwa usaha ini merupakan buah hasil bersiasat di tengah kabut kelam pandemi Covid-19.

Baca juga: Persija Terusir Lagi dari Jakarta, Marc Klok Tak Masalah Main di Bandung: Tentu Saya Suka

Baca juga: Millen Cyrus Buat Pengakuan Mengejutkan, Depresi karena Masalah Ini: Banyak Tekanan dan Pikiran

Baca juga: Daftar 20 Universitas Terbaik di Jawa Timur Versi 4ICU UniRank: Ada Unair dan Unibraw

Cerita itu bermula tatkala ditemukan kasus Covid-19 di Restoran Amigos di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, tempatnya bekerja sekira bulan Maret 2020.

Penemuan kasus Covid-19 di sana cukup menggemparkan seluruh Indonesia. Sebab, kasus tersebut menjadi yang pertama dipublikasikan pemerintah.

Saat kejadian itu, Widodo mendadak syok. Ia cukup stres dan terpukul mendengar kabar itu. Pekerjaan pun menjadi taruhannya.

Di bulan April, pihak pemilik akhirnya mengumumkan menutup restoran.

Sekira 40-an karyawan yang menggantungkan hidup di restoran itu terpaksa menganggur.

Widodo sempat bekerja serabutan. Ia mengerjakan apa saja demi mencari nafkah.

"Diajak kerja di bangunan, sempat di bengkel. Bener-benerin mesin," ungkapnya di rumah kontrakannya kepada TribunJakarta.com pada Senin (1/3/2021).

Widodo sedang memasak pesanan di dapur mungilnya pada Senin (1/3/2021).
Widodo sedang memasak pesanan di dapur mungilnya pada Senin (1/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Istrinya, Yunita (40), turut membantu meringankan beban Widodo. Pada awal pandemi, ia membantu menjahit pesanan masker dan menjual baju secara online.

Suatu saat, Widodo terpikir untuk merintis bisnis makanan. Namun, pria asal Ngawi, Jawa Timur itu kesulitan mencari tempat.

Baca juga: Persija Terusir Lagi dari Jakarta, Marc Klok Tak Masalah Main di Bandung: Tentu Saya Suka

Harga sewa ruko yang tinggi jadi penyebabnya.

Seorang teman mengusulkan ide kepada Widodo yang sedang menghadapi jalan buntu.

Ia mendorongnya untuk membuka tempat makan di rumah sendiri.

"Kenapa kamu enggak buka di rumah aja? Di sekitar rumah kan banyak kosan daripada mereka keluar ya kan jauh, yaudah kamu buka di sini (rumah). Coba-coba dulu siapa tahu ada yang mau kan masakan kamu enak," ujar Widodo menirukan perkataan temannya.

Ide temannya itu pun dilakukan. Ruang dapur berukuran sempit dijadikan tempat memasak pesanan pelanggan.

Untuk promosi, Widodo jemput bola dengan menyebarkan sejumlah flyer menu makanan ke kamar-kamar kosan.

"Saya sebar-sebarin ke tiap kamar di kosan. Karena saya sudah dikenal," lanjutnya.

Ia memasukkan jenama usahanya bernama Pawon D'mlinjo di layanan aplikasi Go-food dan Grab-food.

Spanduk bertuliskan jenama usaha yang baru dirintis bernama Pawon D'Mlinjo.
Spanduk bertuliskan jenama usaha yang baru dirintis bernama Pawon D'Mlinjo. (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Selain itu, bila pelanggan tinggal di sekitar Cipete, Widodo memberikan gratis pengiriman.

Pelanggan bisa memesan melalui nomor whatsapp di 087889428338 atau 087732920212.

Baca juga: Beda Gaya Gibran & Jokowi Jadi Wali Kota Solo, Suami Selvi Punya 3 Kelebihan, Bakal Sesukses Ayah?

Bikin menu sendiri

Ia bercerita sejak tahun 2004, Widodo sudah diangkat menjadi seorang juru masak di Restoran Amigos.

Ia terbiasa memasak masakan khas Meksiko. Di antaranya nacos, taco, burrito, quesadilla dan lain-lain.

Namun, Widodo tidak menjual menu Meksiko. Ia beralasan bahwa masakan tersebut asing di telinga masyarakat. 

Penampakan katsu yang dijual oleh Widodo pada Senin (1/3/2021).
Penampakan katsu yang dijual oleh Widodo pada Senin (1/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Ia memutuskan meracik sendiri menu seperti chicken katsu, ayam bakar rempah, ayam goreng telur, ayam goreng meringis dan chicken drum stick.

Menu yang dijual terbilang murah. Kebanyakan serba Rp 19 ribu. Hanya Chicken drum stick seharga Rp 14 ribu.

Baca juga: Millen Cyrus Buat Pengakuan Mengejutkan, Depresi karena Masalah Ini: Banyak Tekanan dan Pikiran

Meski menu yang dijual sebenarnya pasaran. Namun, ada keunggulannya. Widodo mengolah masakan dengan memakai bahan-bahan yang masih segar.

Misalnya, daging katsu dan ayam yang digunakan masih segar. Ia tak menggunakan daging beku (frozen food). Menu katsu, misalnya, ia langsung mengolahnya begitu pesanan datang.

Saat TribunJakarta.com menyambangi dapurnya, Widodo tampak sedang melumuri daging ayam fillet dengan tiga jenis tepung sebelum digoreng di minyak mendidih.

Widodo (40), mantan juru masak makanan Meksiko yang tengah merintis usaha sendiri usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (1/3/2021).
Widodo (40), mantan juru masak makanan Meksiko yang tengah merintis usaha sendiri usai terkena PHK akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (1/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Sayurannya pun demikian. Misalnya, kol putih, wortel dan kol merah sebagai makanan pendamping yang digunakan masih segar. 

Pada masa awal buka, orang yang memesan masih dihitung jari. Yunita mengatakan dalam sehari paling sekitar tiga pesanan yang masuk.

Namun, semenjak seorang youtuber makanan mengulas usahanya dan kisah hidupnya, pembeli seketika melonjak drastis.

Baca juga: Aurel Hermansyah Bertemu Keluarga Besar Calon Suami, Pertanyaan Nenek Buat Atta Halilintar Tersenyum

Ojek online kini tak jarang menunggu di depan teras kontrakannya.

Ingin mengembangkan usaha

Belum lama ini, sekitar dua minggu yang lalu, pihak Restoran Amigos mengajaknya kembali bergabung untuk mengisi kekosongan karyawan di cabang lainnya di kawasan Setiabudi. 

Penampakan suasana depan kontrakan rumah Widodo di Gang Melinjo, Jalan Asem II, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (1/3/2021).
Penampakan suasana depan kontrakan rumah Widodo di Gang Melinjo, Jalan Asem II, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (1/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Beberapa rekannya yang sebelumnya keluar akhirnya kembali kerja di sana.

Widodo yang kadung membangun usaha tak berkeinginan untuk kembali bekerja menjadi karyawan.

"Saya diminta gabung lagi, tapi saya pikir-pikir maaf deh pak saya enggak bisa. Saya capek ikut orang. Saya ingin mandiri," ujarnya.

Dampak pandemi memberikan hikmah bagi Widodo. Pikirannya terbuka untuk merintis usaha.

Baca juga: Aurel Hermansyah Bertemu Keluarga Besar Calon Suami, Pertanyaan Nenek Buat Atta Halilintar Tersenyum

Baca juga: Beda Gaya Gibran & Jokowi Jadi Wali Kota Solo, Suami Selvi Punya 3 Kelebihan, Bakal Sesukses Ayah?

Kendati belum dibilang sukses, tetapi dengan merintis usaha baru Widodo optimistis bisa bertahan. Bahkan, ia berniat serius untuk mengembangkan usahanya.

Kini, pengalaman belasan tahun di restoran itu digunakan untuk merintis sebuah harapan baru demi menghapus mimpi buruk akibat dampak pandemi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved