Breaking News:

Pesan Sabu dari Dalam Tahanan Polres Jakarta Selatan, 3 Napi Narkoba Pinjam Ponsel Pembesuk

Azis mengatakan, tahanan berinisial MS, DD, dan AMD mencuri kesempatan menggunakan ponsel pembesuknya.

Shutterstock
Ilustrasi Sabu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah membeberkan modus tiga tahanan narkoba saat memesan sabu.

Azis mengatakan, tahanan berinisial MS, DD, dan AMD mencuri kesempatan menggunakan ponsel pembesuknya.

"Ya ternyata dia curi-curi menggunakan handphone pada saat jam besuk. Jadi pada saat jam besuk sebelumnya dia koordinasi untuk memesan di jam besuk berikutnya. Jadi begitu modusnya," kata Azis saat merilis kasus ini di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu, lanjut Azis, pengirim sabu mencari aman dengan meninggalkan narkoba itu di lokasi penjagaan.

"Kemudian untuk mencari amannya, pengirim meninggalkan saja, tidak mengantar langsung saat jam besuk tapi meninggalkan di penjagaan, kemudian pergi," ujar dia.

Azis menjelaskan, mulanya kedua pelaku berinisial AM dan DO hendak mengirimkan makanan ke sejumlah tahanan.

Namun, di dalam makanan tersebut ternyata terdapat narkoba jenis sabu yang disembunyikan.

Saat itu, petugas Rutan Polres Metro Jakarta Selatan Bripka Winarso merasa curiga dengan salah satu makanan yang dibungkus.

"Kemudian setelah dicek, salah satu lauknya yaitu di tempe oreknya, itu ditemukan beberapa bungkus narkotika jenis sabu," kata Azis.

Melihat temuan sabu tersebut, lanjut Azis, Bripka Winarso berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba.

Baca juga: Penyelundupan Sabu ke Rutan Polres Jaksel Digagalkan, Narkoba Disembunyikan di Tempe Orek

"Setelah dilakukan pelacakan di tempat tujuan, yaitu di tahanan Polres, benar di dalam ada beberapa inisial yang disebut dari pengirim tersebut," ujar dia.

Total sabu yang hendak dikirimkan kedua pelaku yaitu seberat 5,54 gram.

Atas aksinya menggagalkan penyelundupan narkoba, Bripka Winarso diganjar penghargaan dari Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Sementara itu, AM dan DO telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved