Virus Corona di Indonesia

Setahun Covid-19 di DKI, Epidemiolog Sebut Pemprov Belum Serius Tangani Pandemi

Epidemiolog Gilbert Simanjuntak mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya sibuk berpolemik dengan pemerintah pusat.

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona. Setahun Covid-19 di DKI, Epidemiolog Sebut Pemprov Belum Serius Tangani Pandemi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pandemi Covid-19 sudah genap satu tahun masuk Indonesia pada 2 Maret 2021 lalu.

Setahun setelah kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo, Pemprov DKI dinilai belum serius dalam memerangi pandemi Covid-19.

Epidemiolog Gilbert Simanjuntak mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya sibuk berpolemik dengan pemerintah pusat.

"Lebih banyak berpolemik dengan pusat, sehingga energinya habis untuk hal ini dan untuk tampil di TV," ucapnya, Rabu (3/3/2021).

Mantan Wakil Ketua Regional South East Asia Regional Office International Agency for Prevention of Blindness WHO ini juga mengkritik Anies yang kerap pamer tingginya angka testing.

Padahal, testing yang dilakukan Pemprov DKI menjadi mubazir lantaran tidak ada tindak lanjut melakukan pelacakan terhadap warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Idealnya, pelacakan Covid-19 itu 1 banding 33. Artinya setiap satu kasus Covid-19, maka 33 orang yang kontak erat dengan pasien harus dites.

"Mengutamakan 3T, tetapi lebih dominan testing dan gembar gembor melebihi standar WHO. Padahal testing harus diikuti tracing dan testing juga banyak duplikasi data, karena tidak ada cleansing," ujarnya.

"Orang yang sama bisa berkali-kali dites, artinya tracing rendah," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polres Jakarta Selatan Diprioritaskan Divaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Baca juga: Ekspresi Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Tidak Bikin Kantong Jebol, Restoran Ini Tawarkan Paket Burger Cuma Rp 24 Ribuan

Tak hanya itu, epidemiolog yang kini menjabat sebagai anggota DPRD DKI ini juga mengkritik Anies yang dianggap lemah dalam mengawasi protokol kesehatan.

Imbasnya, muncul banyak klaster pasar hingga perkantoran selama setahun pandemi Covid-19 melanda ibu kota.

"Pengawasan yang tidak ketat dan banyak komunitas, seperti di pasar yang tidak taat protokol kesehatan, juga masyarakat yang kumpul-kumpul di lingkungan, pinggir jalan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved