Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Tak Menyerah dengan Takdir, Aziz Juru Parkir di Pondok Bambu Terus Berjuang Walau Penghasilan Anjlok

Aziz (30) dipekerjakan sebagai juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tak Menyerah dengan Takdir, Aziz Juru Parkir di Pondok Bambu Terus Berjuang Walau Penghasilan Anjlok - aziz-juru-parkir-3.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aziz, juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur yang berjalan merangkak, Rabu (3/3/2021)
Tak Menyerah dengan Takdir, Aziz Juru Parkir di Pondok Bambu Terus Berjuang Walau Penghasilan Anjlok - aziz-juru-parkir-2.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aziz, juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur yang berjalan merangkak, Rabu (3/3/2021)
Tak Menyerah dengan Takdir, Aziz Juru Parkir di Pondok Bambu Terus Berjuang Walau Penghasilan Anjlok - aziz-juru-parkir-1.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aziz, juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur yang berjalan merangkak, Rabu (3/3/2021)
Tak Menyerah dengan Takdir, Aziz Juru Parkir di Pondok Bambu Terus Berjuang Walau Penghasilan Anjlok - aziz-juru-parkir.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aziz, juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur yang berjalan merangkak, Rabu (3/3/2021)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Berawal dari rasa iba dan tak tega, Aziz (30) dipekerjakan sebagai juru parkir di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Bagi warga sekitaran lokasi, pastilah sudah tak asing dengan sosok Aziz.

Pasalnya, lelaki kelahiran 30 tahun silam ini tetap gigih bekerja meskipun memiliki keterbatasan fisik.

Sedari lahir kondisi Aziz sangat memprihatinkan, di mana ia harus berjalan merangkak layaknya bayi berusia 5 bulan.

"Iya sudah dari lahir kayak gini. Jalannya kayak gini," ujarnya kepada awak media, Rabu (3/3/2021).

Aziz menuturkan sebelum menjadi juru parkir dirinya merupakan seorang pengamen.

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia tak ingin membebankan kedua orang tuanya.

Meski tak bersekolah, ia terus berupaya mencari pundi-pundi rupiah dengan cara yang halal.

"Awalnya kerja juga. Iya jadi pengamen. Rumah dekat sini di Pondok Bambu juga. Saya ngamen sampai KBT," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved