Breaking News:

Terhambat Sejak Akhir 2020, Insentif Untuk Tenaga Kesehatan di Depok Diharapkan Rampung Pekan Ini

Pencairan dana insentif untuk seluruh tenaga kesehatan di Kota Depok yang sempat tertunda sejak akhir 2020 silam, ditargetkan rampung pekan ini.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
(Shutterstock/Eldar Nurkovic)
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pencairan dana insentif untuk seluruh tenaga kesehatan di Kota Depok yang sempat tertunda sejak akhir 2020 silam, ditargetkan rampung pekan ini.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Badan Keungan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana, kala dikonfirmasi wartawan.

“Insyallah Minggu ini, Dinkes yang Puskesmas saja, kalau RSUD dia mengajukan, karena beda OPD (organisasi perangkat daerah),” kata Nina, Rabu (3/3/2021).

Nina mengungkapkan, terlambatnya pencairan dana insentif ini disebabkan oleh adanya pergeseran.

“Kemarin kan ada pergeseran biaya operasional kesehatan (BOK) dari pusat, kita lakukan pergeseran dulu di sini. Kemarin pakai SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) kita kan dari Kemendagri. Kita kembali ada kebijakan dari Pemda Depok lah kita kembali ke SPKD (Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah). Kita input ulang dan sekarang sudah clear. Sudah mengajukan,” tuturnya.

Setiap tenaga kesehatan akan mendapatkan insentif yang berbeda-beda nominalnya, tergantung dari golongan kepegawaiannya.

“Iya beda (nominal), kan beda-beda golongannya,” tuturnya.

Terakhir, Nina berujar bahwa dirinya belum bisa menyebutkan nilai pasti anggaran insentif untuk para tenaga kesehatan ini.

“Saya enggak hapal ya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved