Varian Baru Corona Sudah Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Melindungi Diri Agar Tak Terpapar?

Varian baru Corona yakni mutasi virus corona B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Bagaimana cara melindungi diri dari varian baru corona?

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Pembagian masker di traffic light Pangkalan Jati, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2021). Varian baru Corona yakni mutasi virus corona B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Varian baru Corona yakni mutasi virus corona B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia.

Bagaimana cara melindungi diri dari varian baru corona yang berasal dari Inggris?

Mengingat mutasi virus yang lebih menular, sejumlah ahli merekomendasikan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat agar terlindungi dari paparan virus.

Masyarakat tetap harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari pertemuan besar, dan usahakan sesering mungkin untuk mencuci tangan.

Terkait penggunaan masker, ahli menyarankan agar masyarakat memilih masker yang pas di hidung dan mulut.

Selain itu, untuk perlindungan tambahan terutama saat berada di lingkungan yang ramai, gunakan masker ganda.

Gunakan masker bedah atau masker KN95 yang dilapisi dengan masker kain di atasnya. Atau bisa juga menambahkan face shield, tetapi masker tetap dipakai.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengumumkan telah ada dua kasus dari varian tersebut.

Varian baru dari virus corona tersebut juga telah ditemukan di beberapa negara lain.

Salah satunya adalah Amerika Serikat.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Freepik via Tribunnews.com)

Dalam laporan bulan Januari, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan varian baru corona tersebut dapat menjadi dominan.

Laporan lain yang dirilis oleh kelompok ilmuwan di Inggris menemukan ada kemungkinan infeksi B.1.1.7 dapat mengingkatkan risiko kematian.

Menurut Anthony Fauci, MD dari National Institute of Allergy and Infectious Disease, temuan tersebut terbilang mengkhawatirkan

"Memang datanya belum keluar secara resmi. Tapi melihat data awal yang telah dianalisis oleh para ilmuwan Inggris, saya cukup yakin sebenarnya ada kemungkinan infeksi yang lebih serius." Demikian kata Fauci, seperti dikutip Prevention.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved