Antisipasi Virus Corona di Indonesia

Varian Baru Virus Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI: Penularanannya Cepat, Tapi Tidak Mematikan

Penyebarannya jauh lebih cepat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat waspada terhadap virus corona varian baru

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyebarannya jauh lebih cepat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat waspada terhadap virus corona varian baru 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Varian baru virus corona B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris dilaporkan telah masuk Indonesia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun meminta masyarakat waspada terhadap virus corona varian baru ini.

Terlebih, mutasi virus corona ini disebut para peneliti penyebarannya jauh lebih cepat dibandingkan varian SARS-CoV-2 yang ditemukan di Cina.

"Sekalipun kita sudah berjalan vaksin, alhamdulillah, namun protokol kesehatan tetap yang utama," ucapnya, Rabu (3/3/2021).

Koordinasi dengan pemerintah pusat pun terus dilakukan oleh Pemprov DKI demi minimalisir semakin meluasnya penyebaran varian baru corona ini. 

Terutama di pintu-pintu masuk kedatangan dari luar negeri, seperti di bandara dan pelabuhan.

Baca juga: Tolak Rencana Anies Jual Saham Perusahaan Bir PT Delta, Ketua DPRD DKI: Salahnya Apa?

Baca juga: 7 Orang yang Gagal Direkrut Monkey D Luffy Jadi Kru Topi Jerami, Ada yang Bisa Remukan Kapal

Baca juga: Ayus dan Nissa Sabyan Diminta Tak Hinakan Diri, Ririe Fairus Blak-blakan Siap Menjanda

"Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Satgas pusat, mudah-mudahan kita bisa atasi virus baru ini," ujarnya di Balai Kota.

Walau demikian, politisi Gerindra ini meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

Pasalnya, Ariza menyebut, varian baru virus corona tidak mematikan, sekalipun penyebarannya lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.

"Menurut informasi yang kami terima, penularannya lebih cepat, namun tidak mematikan. Tetap berbahaya, tapi tidak mematikan dibandingkan sebelumnya," kata dia.

"Tapi, bukan berarti kita bisa santai, justru kita harus sikapi secara bijak dengan tetap mengenakan protokol kesehatan," tambahnya menjelaskan.

Dikutip dari Kompas.tv, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan, temuan 2 kasus varian baru virus corona asal Inggris ada di Kabupaten Karawang

Ridwan Kamil menyebut, Satgas Covid-19 Jabar sedang melacak penularan virus B117 itu di Indonesia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat memberi keterangan pada awak media di Wisma Makara UI, Rabu (2/12/2020).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat memberi keterangan pada awak media di Wisma Makara UI, Rabu (2/12/2020). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

"Varian baru virus Corona diberitakan sudah ada di Indoensia, masuk di Karawang. Kami sudah melakukan pelacakan dan meminta kalau boleh tim Unpad (Universitas Padjadjaran) untuk meneliti UK B117 ini," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Bandung, Rabu (3/3/2021).

Ridwan Kamil berharap kerja sama dengan Unpad itu dapat menjadi panduan kebijakan soal protokol kesehatan seperti apa yang sebaiknya berlaku untuk melawan varian baru Covid-19 ini.

"Apakah sama perlakuan 3M dan 3T ini ? kami mohon agar ada penelitian, sehingga kami selaku pengambil keputusan secara tepat bisa merespon dengan cara terukur," tambah Ridwan Kamil.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Truk Pengangkut Batu Bara Hangus Terbakar di Tol JORR

Baca juga: Tolak Rencana Anies Jual Saham Perusahaan Bir PT Delta, Ketua DPRD DKI: Salahnya Apa?

Namun, Emil mengatakan, warga tak perlu terlalu panik. Ia menyebut, Satgas Covid-19 telah memperkirakan virus Covid-19 dapat bermutasi.

"Ikhtiar kita sesuaikan dan kita tingkatkan," tegas Emil.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved