Pimpinan Geng Motor Enjoy MBR 86 Konsumsi Miras Sebelum Bacok Polisi

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Iverson Manossoh, mengatakan RA membeli senjata tajam tersebut senilai Rp350 ribu.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kapolsek Metro Menteng AKBP Iverson Manossoh, saat konferensi pers pelaku pembacok anggotanya, di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - RA (22 tahun), pemimpin geng motor 'Enjoy MBR 86' membeli senjata tajam di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Dia telah melukai anggota Polsek Metro Menteng, Aiptu Dwi Handoko hingga jemarinya hampir putus.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Iverson Manossoh, mengatakan RA membeli senjata tajam tersebut senilai Rp350 ribu.

"Pelaku membeli senjata tajam di Pasar Senen seharga Rp350 ribu," kata Iverson, saat konferensi pers, di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021).

Sebelum menyerang polisi, kata Iverson, mereka menenggak minuman keras.

"Mereka selalu menenggak miras (minuman keras) sebelum melancarkan aksinya," beber Iverson.

Iverson mengatakan, RA merupakan pimpinan geng motor 'Enjoy MBR' dari Jakarta Utara. 

Setelah diperiksa, RA memiliki riwayat pendidikan di sekolah agama.

"Dia pernah sekolah di pesantren tujuh tahun lalu," kata Iverson.

RA diamankan polisi bersama rekannya,  LM (21 tahun).

Baca juga: Heriyanda Ajak Warga Tanjung Barat Barter Sampah Organik dengan Ikan Lele

Baca juga: Kisah Darmo Tiap Hari Jalan Puluhan Kilometer Tawarkan Jasa Timbang Badan dengan Bayaran Seikhlasnya

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Tangerang Belum Jadwalkan Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum

Iverson mengatakan, mereka minum minuman keras (miras) sebelum melakukan aksi.

"Sebelum melancarkan aksinya, kedua pelaku mengkonsumsi miras biar berani," ucap Iverson.

Polisi pun telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam, ponsel, dan sepeda motor.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan," tutup Iverson.

Sebelumnya, geng motor tersebut melancarkan aksinya pada Minggu (28/2/2021).

Aiptu Dwi mendapat sabetan senjata tajam pada jemarinya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved