Survei NSN: Tingkat Kepuasan Kinerja Anies Sebesar 40 Persen

DKI Jakarta, berhasil mengantarkan sebagai presiden yang menang berturut-turut dalam dua kali gelaran Pilpres.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi pembicara dalam Forum C40 Bersama Gubernur Tokyo, Rabu (17/2/2021) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nusantara Strategic Network (NSN) merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur DKI Jakarta incumbent Anies Baswedan di bawah 40 persen,” kata Direktur Program NSN Riandi di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Sebagian besar publik merasa tidak puas, yakni sebanyak 51,5 persen, sisanya tidak tahu/tidak jawab 9,2 persen.

Riandi mengatakan, jalan yang bakal ditempuh Anies seandainya maju ke panggung politik nasional masih harus melalui jalan berliku.

Menurutnya, setelah berhasil memenangkan Pilkada DKI tahun 2017, posisi strategisnya sebagai Gubernur DKI Jakarta belum menunjukkan kinerja yang memuaskan publik ibukota.

Dirinya membandingkan kinerja Joko Widodo yang menang dua kali Pilkada di Solo dan DKI Jakarta, berhasil mengantarkan sebagai presiden yang menang berturut-turut dalam dua kali gelaran Pilpres.

Padahal Jokowi hanya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama setengah periode saja.

Diketahui nama Anies juga menjadi figur suksesi kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam sejumlah survei calon presiden, nama Anies kerap bertengger di jajaran atas.

Baca juga: Komentari Giring Kritik Banjir Jakarta, Pasha Ungu Malah Balik Dicibir Warganet

“Sejak awal menjabat sebagai gubernur, Anies belum mampu men-deliver program sebagaimana yang dilakukan kepala-kepala daerah lainnya," kata Riandi.

Terakhir, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang dimotori Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berniat menggulirkan interpelasi soal banjir.

Dalam janji kampanyenya, Anies mengusulkan naturalisasi sebagai alternatif normalisasi, tetapi banjir tetap menerjang ibukota.

Sebelumnya PSI juga menyoroti transparansi penyusunan anggaran (APBD) dan penggunaan dana untuk uang muka balap mobil Formula E.

Demikian pula dengan lambatnya pembangunan infrastruktur transportasi publik untuk mengatasi problem klasik kemacetan di ibukota.

“Sisa waktu Anies untuk memperbaiki kinerjanya makin sempit sebelum habis periode pada tahun depan, apalagi jika jadwal Pilkada dimundurkan pada 2024, peluang Anies makin tipis untuk berlaga di panggung politik nasional,” kata Riandi.

Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 20 sampai 27 Februari 2021, secara tatap muka dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±4,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved