Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Penambahan Kasus Covid-19 Harian di Tangsel Tinggi, Wali Kota Airin Anggap Baik: Enggak Usah Panik

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengaku tidak kaget melihat angka pertambahan kasus harian yang cukup tinggi itu. Ia melihat hal yang baik.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Tangsel, Jumat (5/3/2021). Airin Rachmi Diany, mengaku tidak kaget melihat angka pertambahan kasus harian yang cukup tinggi itu. Ia melihat hal yang baik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Tangerang Selatan (Tangsel) sudah memasuki zona kuning risiko paparan Covid-19, namun angka kasus baru per harinya bisa mencapai 100-an.

Pada Kamis (4/3/2021), kasus Covid-19 bertambah 104 orang.

Hari ini, Jumat (5/3/2021), penambahan kasus sebanyak 38 orang. 

Secara total, warga Tangsel yang terpapar Covid-19 sampai hari ini sebanyak 7.944 orang.

Sebanyak 7.073 sudah sembuh, 537 orang masih dirawat dan 334 orang meninggal dunia.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengaku tidak kaget melihat angka pertambahan kasus harian yang cukup tinggi itu.

Baca juga: Politikus Demokrat: KLB Deliserdang Langgar Konstitusi Partai

Baca juga: Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri di Kabinet Jokowi Jika Moeldoko Jadi Ketua Umum

Baca juga: Jarang Diketahui, Begini Cara Atasi Jari Kaku Karena Terlalu Banyak Mengetik

Orang nomor satu di Tangsel itu bahkan melihatnya sebagai hal yang baik, karena menunjukkan pelacakan atau tracing berjalan.

"Jadi enggak usah panik kalau ada penambahan 100. Malah lebih bagus kalau tahu di situ ada kita fokus bagaimana mendorong tanpa gejala, atau isolasi mandiri, atau misalnya ke Rumah Lawan Covid-19, kalau yang parah kita masukin ke rumah sakit, karena angka kematian akibat telat masuk kerumah sakit," kata Airin di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat.

Pelacakan kasus yang dinilai lebih efektif dengan banyaknya temuan kasus baru itu, disebabkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dengan pemantauan kasus Covid-19 di tingkat RT, maka pelacakan kasus lebih dekat dan tepat sasaran.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, usai meninjau vaksinasi bagi ASN, Selasa (2/3/2021).
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, usai meninjau vaksinasi bagi ASN, Selasa (2/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

"Misalnya si A positif, maka kita tracing 30 (orang), dari tracing 30 kan tepat sasaran, maka akan diketahui dari 30 itu ada tambah yang positif. Enggak apa, itu jauh lebih bagus karena kita jadi fokus (penanganan) di sini, di sini, di sini," ujarnya.

Airin tidak ingin data peningkatan kasus yang bombastis dilihat sebagai hal yang negatif.

Menurutnya, hal tersebut lebih baik dibandingkan jika pihaknya pasif dalam pelacakan kasus hanya demi terlihat landai secara data.

Baca juga: Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri di Kabinet Jokowi Jika Moeldoko Jadi Ketua Umum

"Kalau kita enggak mau kelihatan ini ya, bilang saja enggak ada, enggak usah ada test-test gitu itu bukan solusi lho," pungkasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved