Breaking News:

Nasib Partai Demokrat Kini di Tangan Presiden Jokowi: Jika Dukung Moeldoko SK Menkumham Pasti Keluar

pengesahan tentang hasil putusan Kongres Luat Biasa (KLB) Partai Demokrat versi Moeldoko ada tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) .

Biro Pers Istana/Haryanto
Komandan Satgas Bersama Pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Selasa (6/3/3018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Demokrat terjadi dualisme kepemimpinan antara kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk Moeldoko.

Diketahui, drama konflik Partai Demokrat pada Jumat (5/3/2021) kemarin telah memunculkan dualisme kepengurusan.

Hal itu setelah Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara menunjuk Kepala Staf Presiden Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Moeldoko unggul pemilihan dibanding Marzuki Alie.

Sementara itu, Marzuki Alie disahkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Namun di satu sisi, Partai Demokrat kubu AHY tak terima dengan adanya KLB tersebut.

AHY menegaskan bahwa KLB itu adalah abal-abal dan tak sah.

Selain itu, AHY juga meminta Jokowi dan pemerintah tidak mengesahkan Kongres Luar Biasa (KLB) yang sedang terjadi di kubu Partai Demokrat.

Wakil Sekretaris Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, saat ini pengesahan tentang hasil putusan Kongres Luat Biasa (KLB) Partai Demokrat versi Moeldoko ada tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) .

Jansen Sitindaon menunggung langkah Jokowi menanggapi permasalahan Partai Demokrat tersebut.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved