Breaking News:

Golkar: Semua Pihak Wajib Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Semua pihak harus mendorong gerakan ketahanan pangan. Karena pangan esensial dalam ekonomi.

 Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Golkar saat memberi pidato kunci pada diskusi virtual Balitbang Golkar bertajuk “Pembangunan Pertanian dan Pangan dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Menuju Ketahanan Nasional yang Kuat”, yang disiarkan langsung di kanal Youtube Balitbang Golkar TV yang dikutip Minggu (7/3/2021).  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semua pihak harus mendorong gerakan ketahanan pangan.

Hal ini karena pangan merupakan esensial dalam ekonomi.

Terutama di saat pandemi akibat Covid-19 seperti saat ini, agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau

"Umumnya di negara kita saat Ramadhan atau menjelang hari Raya Idul Fitri, harga pangan melonjak. Ini yang perlu diantisipasi, agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, saat memberi pidato kunci pada diskusi virtual Balitbang Golkar bertajuk “Pembangunan Pertanian dan Pangan dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Menuju Ketahanan Nasional yang Kuat”, yang disiarkan langsung di kanal Youtube Balitbang Golkar TV yang dikutip Minggu (7/3/2021).

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu Bustanul Arifin, Franciscus Welirang, Dwi Andreas Santoso, dan Brigjen TNI Marahmat Kapus BMN Baranahan Kemhan RI, dan dimoderatori oleh Adhi Lukman, Ketua Bidang Kajian Pertanian dan Pangan, Balitbang Golkar.
Airlangga mengatakan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan ini, semua pihak termasuk partai politik penting mendukung upaya-upaya seperti perhatian kepada nilai tambah petani, mendorong orientasi ekspor, pemberian KUR, pengembangan urban farming seperti hydroponic serta food estate yang saat ini sedang dibuat percontohannya di dua lokasi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara.

Diharapkan keberhasilannya bisa diimplementasikan di area lainnya sehingga ketahanan pangan dan daya saing Indonesia bisa membaik. 

"Yang terpenting adalah upaya yang dilakukan harus berorientasi aksi, dan bisa diimplementasikan," ujar Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI.

Dalam kesempatan yang sama, Bustanul Arifin menyoroti bahwa selama pandemik akibat Covid-19 bahwa pertanian menjadi bantalan resesi ekonomi bagi Indonesia.

"Pertumbuhan sektor pertanian 1,75% pada 2020, meskipun lebih rendah dari 3,61% tahun 2019, tetapi jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi makro yang terkontraksi atau minus 2,07% pada 2020,“ kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila. 

Untuk itu ia menambahkan agar selama pandemi Covid19 harus terus perlu dikawal dan dikendalikan pemulihan perekonomian nasional, karena dampaknya pada ketahanan pangan dan kehidupan menjadi serius. 

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved