Breaking News:

13 Hari Jabat Kanit Polsek Makasar, Iptu Mochamad Zen Ungkap Kasus Pembunuhan Hilda Hidayah

Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur berhasil menutup tahun 2020 dengan apik lewat pengungkapan kasus pembunuhan Hilda Hidayah (22).

ISTIMEWA
Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen saat ditemui di kantornya, Polsek Makasar, Jakarta Timur 

"Kami khawatir istri pelaku memberi tahu kedatangan kami sehingga langsung melakukan pengejaran ke Jawa Tengah. Tanggal 16 Desember 2020 pukul 07.00 WIB kami akhirnya berhasil menangkap Indra," ujarnya.

Zen mengatakan Indra diringkus di parkiran parkiran PT Coca-Cola Amatil, Jalan Soekarno Hatta KM 30, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Harjosari, Semarang.

Kabar gembira tersebut langsung disampaikan kepada keluarga Harum dan keluarga besar Hilda Hidayah yang diminta datang ke Polsek Makasar.

Tanpa beristirahat Zen dan jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur lainnya menggelandang Indra ke Mapolsek Makasar guna penyelidikan lebih lanjut.

"Alhamdulillah berkat dukungan dari anggota dan tim Resmob Polres Jakarta Timur kasus tersebut dapat terungkap. Puji syukur tak henti-hentinya saya panjatkan ke Allah SWT," tuturnya.

Kelelahan Zen dan personel lainnya terbayar saat tiba di Mapolsek Makasar pada Rabu (16/12/2020) sekira pukul 15.00 WIB sambil menggelandang Indra.

Di hari itu pula Polsek Makasar menggelar jumpa pers menyampaikan kabar gembira pengungkapan kasus pembunuhan Hilda Hidayah kepada wartawan.

"Alhamdulillah pihak keluarga korban yang selama ini menanti kabar sekarang mendapat kepastian. Kedua pelaku sudah kami tangkap. Cerita ini akan saya kenang sepanjang masa dan tak akan saya lupa," lanjut Zen.

Dalam waktu dekat berkas perkara Indra dan Unyil sendiri bakal dilimpah ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur agar keduanya segera diadili.

Pelimpahan berkas dan barang bukti sempat terkendala karena pandemi Covid-19 yang membuat kedua tersangka belum bisa dipindah ke Rutan.

Baca juga: Begini Nasib Emak-emak Geber Motor Tak Pakai Helm, Ngebut Masuk Tol Jagorawi Jam 10 Malam

"Mudah-mudahan pelimpahan kedua tersangka dilakukan minggu ini. Indra dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, juncto 338 KUHP tentang Pembunuhan," sambung dia.

Lalu pasal 80 ayat 3 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Unyil dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto 56 KUHP tentang Pembantu Kejahatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Keberhasilan Zen dan jajarannya mengungkap kasus pembunuhan Hilda Hidayah pun mendapat pujian dari keluarga besar Hilda.

Sebelum Zen datang ke warungnya menyampaikan kabar duka, dia mengira Hilda yang bekerja membantu usaha warung makannya masih hidup.

"Enggak nyangka banget, walaupun sedih Hilda tapi pihak keluarga sekarang tahu pasti kabarnya. Terimakasih banget untuk pak polisi yang sudah mengungkap kasus ini, kerjanya hebat banget," kata Harum.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved