Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Dinkes Kota Bekasi Pastikan, Belum Ada Kasus Varian Baru Virus Corona B.1.1.7

Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan, belum ada temuan kasus varian baru virus corona B.1.1.7

GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan, belum ada temuan kasus varian baru virus corona B.1.1.7 di wilayah setempat.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi Dezy Syukrawati, Selasa (9/3/2021).

"Kalau sampai saat ini, laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan belum terlaporkan adanya varian baru di Kota Bekasi," kata Dezy.

Dia menilai, sebaran kasus Covid-19 varian baru seperti yang sudah ditemukan di kabupaten/kota lain sesuai laporan Kementerian Kesehatan berasal dari perjalanan luar negeri.

Baca juga: Kasoem Hearing Donasi Alat Bantu Dengar ke Masyarakat Tidak Mampu

Baca juga: Mengatasi Banjir di Jabodetabek, Wagub DKI Beri Usul Ini ke Jokowi

Baca juga: 6 Ramuan Tradisional untuk Menyembuhkan Amandel Secara Alami, Bawang Putih Salah Satunya

Untuk itu lanjut Dezy, dia mengimbau masyarakat Kota Bekasi harus lebih selektif ketika hendak melakukan perjalanan luar negeri.

"Tapi memang untuk varian baru ini diduga karena masalah perjalanan. Nah harapan kita, masyarakat benar-benar memilih prioritas perjalanan," imbaunya.

Warga juga diminta tetap menjaga kesehatan, menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara tertib ketika di luar rumah.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Penyelundupan Narkotika Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Meningkat Tajam

Untuk warga yang baru berpergian ke luar negeri, diharapkan proaktif gejala menyerupai Covid-19 agar memeriksakan kesehatan ke rumah sakit.

"Kalau ada gejala yang muncul terkait dengan covid, jangan didiamkan tetapi lakukan pemeriksaan kesehatan," katanya.

"Kemudian terkait penentuan varian Apakah varian baru atau varian yang sudah ada sebelumnya itu klinik medis yang melakukan," ucapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved