Breaking News:

AHY Demisioner, Ruhut Sitompul Akui Moeldoko Ketum Demokrat yang Asli

Mantan politikus Demokrat Ruhut Sitompul ikut berkomentar mengenai konflik Partai Demokrat. Sebut Ketum Demokrat Moeldoko.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Ruhut Sitompul. Mantan politikus Demokrat Ruhut Sitompul ikut berkomentar mengenai konflik Partai Demokrat yang terjadi saat ini. 

"Tapi saya bilang ke mereka, saya harus batasi, karena saya sekarang berterima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, saya sudah kader PDI Perjuangan," sambung Ruhut.

Baca juga: Kemenparekraf Dukung Start Up Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Internasional, Begini Pesan Sandiaga

Baca juga: Produktif di Masa Pandemi Covid-19, RPTRA Sunter Muara Panen Puluhan Kilogram Ikan Lele

Baca juga: Gelagat Kaesang Hela Nafas Tanggapi Asmara dengan Felicia Tissue, Pakar Ekspresi: Dia Punya PR

Ruhut Sitompul Dipecat Demokrat

Dewan Kehormatan Partai Demokrat memutuskan Ruhut Sitompul dipecat dari keanggotaan partai. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Demokrat, Denny Kailimang mengatakan, kasus Ruhut telah disidangkan empat kali.

Keputusan pemecatan diambil dalam sidang Dewan Kehormatan Demokrat pada 24 Oktober 2016.

Anggota Komisi III DPR itu dianggap memiliki sikap yang bertentangan dengan kebijakan-kebijakan partai, salah satunya terkait Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Sudah keluar keputusan dari Dewan Kehormatan. Itu pemecatan dari keanggotaan Partai Demokrat," tutur Denny saat dihubungi, Kamis (27/10).

Ruhut dianggap melanggar kode etik yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai serta Pakta Integritas.

Keputusan Wanhor itu akan ditindaklanjuti oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai. Ia memastikan keputusan Dewan Kehormatan tak akan berubah di tingkat DPP. "Itu tinggal pelaksanaannya aja. Sesuai dengan AD/ART," ucap Denny.

Adapun Ruhut mengatakan, pihak-pihak yang menyebutkan dirinya dipecat hanya mau mencari ketenaran. "Yang bisa mecat siapa? Ketua umum. Ini kan orang-orang yang ngomong kan yang nyari beken. Wartawan juga jeli dong. Siapa yang bisa mecat? Ada enggak suratnya? Kan enggak ada," ucap Ruhut.

Ruhut sebelumnya mengaku akan mundur sebagai anggota DPR. Langkah itu akan dilakukannya pada masa reses DPR 28 Oktober 2016. Surat pengunduran diri akan disampaikan Ruhut kepada Demokrat pada masa reses.

Ruhut mengaku memilih mundur agar total memenangi pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI 2017. Sementara, Demokrat mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni.

"Saya reses ini nanti akan mengundurkan diri. Karena saya mau fokus. Ibarat pepatah aku mandi basah, tidak pernah setengah-setengah," kata Ruhut.

Ruhut juga mengaku sudah dibujuk sejumlah partai politik dan menawarinya bergabung. Namun, ia mengaku tidak lagi memiliki niat menjadi anggota DPR periode selanjutnya. "Ini terakhir. Jangan lihat di 2019 ada nama aku jadi caleg. Aku tidak mau lagi di Senayan jadi anggota DPR," kata politisi dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu. (Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ruhut ke AHY: Pak Jokowi Itu Presiden, Jangan Tambahi Bebannya Urusan Rumah Tangga Partai Demokrat, .

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Ruhut Sitompul Diminta Bujuk Moeldoko Jadi Ketua Umum Demokrat, 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved