Breaking News:

Awal Kasus Pria Dihukum Rp 150 Juta Batal Nikahi Kekasih, Keluarga Wanita Malu Diputuskan Sepihak

MA menjatuhi hukuman sebesar Rp 150 juta kepada seorang pria berinisial AS (32), warga Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

medan.tribunnews.com
Ilustrasi Menikah 

Orangtua AS, Sumarto (56) mengaku, baru mengetahui adanya putusan MA yang menjatuhkan sanksi bagi anaknya tersebut.

"Yang jelas saya tidak mau bayar karena tidak punya uang," ujar Sumarto saat ditemui di rumahnya di Desa Pageralang, Kecamatan Kemrajen, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Sumarto mengaku kecewa terhadap keluarga calon istri anaknya, karena pembatalan rencana tersebut berujung ke meja hijau.

"Andai kata orangtua perempuan itu bilang sama saya, saya bisa bicarakan secara kekeluargaan. Saya kira kurang etis (kalau dibawa ke jalur hukum)," kata dia.

Sumarto menjelaskan, keluarga calon istri anaknya merupakan kerabat jauh.

"Itu masih saudara juga, masih tetangga (desa). Lebih bagusnya sidang keluarga," katanya.

4. Alasan pihak perempuan menggugat

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, orangtua SSL mengaku awalnya tidak ada niatan untuk mengajukan gugatan terhadap AS.

Sarifah (66), ibu SSL mengatakan, mereka akhirnya mengajukan gugatan karena AS membatalkan rencana pernikahan secara sepihak.

"Sudah lamaran sudah apa, tapi AS dengan perempuan lain, jadi anak saya marah," kata Sarifah didampingi suaminya, Mansur (75).

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved