Breaking News:

Mafia Tanah Marak di Jakarta, Wagub Ariza: Dibutuhkan Banyak, Tapi Ketersediaan Terbatas

Wakil Gubernur DKI Riza Patria mengakui mafia tanah marak di ibu kota. Pemprov DKI tak mau ambil risiko, proses pembebasan lahan berjalan lambat

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (19/1/2021). Wakil Gubernur DKI Riza Patria mengakui mafia tanah marak di ibu kota. Pemprov DKI tak mau ambil risiko, proses pembebasan lahan berjalan lambat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui mafia tanah marak di ibu kota.

"Memang di Jakarta ini banyak sekali masalah sengketa tanah dan mafia-mafia tanah," ucapnya, Selasa (9/3/2021) malam.

Politikus Gerindra ini menyebut mafia tanah hingga kini masih menjadi momok, tak hanya bagi masyarakat, tapi juga pemerintah.

Sebab, tanah kini menjadi aset yang paling diburu seiring makin bertambahnya jumlah penduduk Jakarta.

"Artinya supply ini tidak seimbang, dibutuhkan banyak, tapi tanahnya tidak bertambah," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.

Bahkan, Ariza mengatakan, proyek normalisasi sungai Ciliwung kini mandek lantaran teradang mafia tanah.

Pemprov DKI pun tak mau ambil risiko, sehingga proses pembebasan lahan berjalan sangat lambat.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Gubernur Anies Beri Lampu Hijau Buka Tempat Karaoke

Baca juga: UPDATE Transfer Persija:1 Pemain Asing Baru Segera Gabung, Osvaldo Haay Bertahan, Evan Dimas Kembali

Baca juga: Deretan Fakta Seputar Vaksin AstraZaneca, Efek Samping Hingga Cara Kerja Vaksin Covid-19

"Kami sendiri terkait penanganan banjir, termasuk yang menjadi lambat terkait pembebasan lahan normalisasi karena terkait masalah sengketa lahan, masalah tanah, kepemilikan dan juga mafia-mafia tanah," kata dia.

Untuk itu, Ariza sangat mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang meminta pihak kepolisian untuk segera memberantas mafia tanah.

Ia pun berharap, masalah mafia tanah ini bisa segera diakhiri sehingga tak ada lagi masyarakat yang dirugikan.

"Kami sangat berterima kasih dan berharap ini bisa terus berjalan dengan cepat, dengan optimal karena memang di Jakarta ini banyak sekali masalah sengketa tanah lahan dan mafia-mafia tanah," tuturnya.

Preman Suruhan di Kemayoran Dibekuk Polisi

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan preman yang mengancam korban dengan kekerasan terkait tanah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, mengatakan para pelaku mengancam penghuni rumah di Jalan Bungur Besar Raya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).

"Para pelaku mengancam korban atau penghuni di pemukiman Jalan Bungur Besar Raya dengan kekerasan fisik," kata Burhanudin saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

"Kami terima laporan dari korban pada 3 Maret 2021 dan langsung kami kejar pelaku," lanjutnya.

Polisi pun telah mengamankan sembilan pelaku.

Baca juga: Pembagian Masker Masih Masif Dilakukan di Kabupaten Tangerang, 61.652 Helai Disebar Selama 2 Hari

Di antaranya berinisial HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, LR, dan ADS.

Burhan menuturkan, HK berperan memasang pagar dan papan nama bertuliskan 'Tanah ini milik Induk Koperasi Kopra Indonesia (IKKI)'.

"HK juga memaksa warga menandatangani surat pernyataan lalu memaksa warga agar segera angkat kaki," tambah Burhan.

"Kurang lebih peran mereka sama seperti itu," sambungnya.

Selanjutnya, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga seng, balok kayu, papan nama, dua lemba spanduk, dan empat bantal.

Baca juga: 5 Pernyataan Firdaus Oiwobo Ngaku Paman Nadya Arifta, Karyawan Kaesang, Klaim Keturunan Sultan

Alhasil, sembilan pelaku telah ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 335 KUHP tentang Tindak Pidana Perbuatan Memaksa Disertai Kekerasan.

"Ancaman satu tahun penjara," tutup Burhan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved