Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Rohim Si Penjual Balon Pakai Kostum Badut: Punya Masalah pada Tangan, Terima Bayaran Seikhlasnya

Baru-baru ini viral video di media sosial, baik melalui TikTok maupun Instagram perihal penjual balon yang mengenakan kostum badut.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Rohim, penjual balon seikhlasnya dengan kostum badut saat ditemui di SPBU di Kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021) 

"Kerja apaan?," tanya Rohim tergesa.

"Jadi badut. Kostumnya sewa Rp 50 ribu perhari. Kalau balonnya Rp 1 ribu perbuah," jawab temannya.

"Saya langsung iyakan. Saya bilang 'mau' dan akhirnya saya kerja begini sampai sekarang," jelasnya.

Tercetus bayar seikhlasnya

Meski setiap harinya ada biaya setoran untuk sewa Kostum dan balon yang diambilnya, Rohim mengatakan tak merugi dengan bayaran seikhlasnya.

Ia melakukan hal tersebut lantaran menemukan beberapa fakta, di mana sejumlah orang tua enggan membelikan balon untuk anaknya ketika berpapasan dengan dirinya.

Rohim, penjual balon seikhlasnya dengan kostum badut saat ditemui di SPBU di Kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021)
Rohim, penjual balon seikhlasnya dengan kostum badut saat ditemui di SPBU di Kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Tak jarak anak-anak tersebut sampai menangis tersedu.

"Mulanya cuma tulisan JUAL BALON aja. Lalu saya tambahkan SEIKHLASNYA karena ada pengalaman anak kecil nangis tapi orang tuanya enggak belikan. Mungkin enggak ada uang atau takut harganya mahal. Jadi saya putuskan untuk tuliskan seperti itu," ungkapnya.

Selain itu, Rohim juga kerap membagikan balonnya ke sejumlah anak dengan cuma-cuma alias gratis.

Melihat anak-anak kerap menangis ia tak tega hati dan terbayang anaknya yang masih kecil di rumah.

"Makanya minimal saya bawa 50 balon. Sebab ada aja anak-anak yang nangis tapi orang tuanya nggak kasih, jadi saya kasih balonnya gratis. Alhamdulillah rezeki ma ada aja jalannya," jelasnya.

Dalam sehari, Rohim bisa memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp 300 ribu.

Baca juga: Bermula Dipikul Tahun 1965, Kriuk Renyah Kerupuk Erna Jaya sampai Dinikmati Para TKI di Thailand

Baca juga: Cara Kerupuk Erna Jaya Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19: Jemput Bola Sampai Rumah Pejabat

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Singgung BBWSCC Terkait Upaya Penanganan Banjir

Namun, penghasilan ini masih harus dipotong biaya sewa kostum, setoran balon hingga dibagi dua dengan rekannya.

Yap, untuk diketahui, Rohim tak bekerja sendiri. Ia bekerja bergantian dengan rekannya, Hasan.

Sehingga ketika stok balon mulai menipis, maka rekannya bertugas meniup balon, begitupun sebaliknya.

"Alhamdulillah Rp 300 ribu ya dapat. Tapi itu kotor karena saya berdua kan. Memang kalau sendiri enggak bisa karena ada yang harus tiup balon. Apalagi pakai kostum sejam aja sudah gerah. Jadi palingan bersih ke perorang Rp 80 ribu," tandasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved