Segera Daftar di www.prakerja.go.id, Peserta yang Lolos Bisa Dapatkan BLT Lebih dari Rp 3,55Juta

Segera daftar Kartu Prakerja gelombang 14 di www.prakerja.go.id untuk dapatkan bantuan langsung tunai atau BLT Rp 3,55 juta.

Editor: Suharno
Instagram @prakerja.go.id
Kartu Prakerja gelombang 14 telah dibuka. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Segera daftar di www.prakerja.go.id untuk dapatkan bantuan langsung tunai atau BLT Rp 3,55 juta.

Seleksi pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 14 telah dibuka, Kamis (11/3/2021) kemarin pukul 12.00 WIB.

Para peserta yang lolos Kartu Prakerja tidak hanya berhak mendapat Rp 3,55 juta tetapi juga bisa dapat bantuan maksimal Rp 10 Juta.

Dibukanya seleksi pendaftaran gelombang 14 diumumkan melalui akun Instagram resmi @prakerja.go.id.

Para peserta diminta segera login www.prakerja.go.id melalui akun masing-masing untuk mengikuti seleksi Kartu Prakerja gelombang 14.

"Gelombang 14 Kartu Prakerja telah dibuka!

Kunjungi situs resmi kami hanya di www.prakerja.go.id untuk membuat akun dan mengikuti seleksi Kartu Prakerja.
ㅤㅤ
Bagi Sobat yang akunnya sudah diverifikasi, jangan lupa untuk login dan klik "Gabung" ke Gelombang 14 agar dapat masuk ke tahap seleksi," tulis akun @prakerja.go.id dalam caption Instagramnya.

Sama seperti periode sebelumnya, Kartu Prakerja gelombang 14 tetap menargetkan 600.000 orang sebagai penerima Kartu Prakerja.

Dapat bantuan Rp 10 juta

Ada kabar gembira bagi para alumni Prakerja yang telah terdaftar di Kartu Prakerja dari gelombang 1 hingga gelombang 13.

Para alumni Prakerja ini masih bisa mendapatkan bantuan langsung tunai ( BLT) lagi senilai Rp 10 Juta.

TONTON JUGA:

Diketahui, para peserta Kartu Prakerja mulai dari gelombang 1 hingga 13 mendapatkan insentif Rp 3,5 juta.

Belakangan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ada bantuan keuangan lain yang akan diberikan kepada para alumni prakerja.

Manajemen Pelaksana Program ( PMO) Kartu Prakerja pun menyerahkan semua data alumni Prakerja ke Menko Perekonomian.

Kabar gembira datang bagi alumni peserta program Kartu Prakerja.

Pemerintah akan memfasilitasi penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR) bagi mantan penerima program Kartu Prakerja ini.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam menyediakan skema pembiayaan yang mudah dan murah.

Baca juga: Tidak Pernah Lolos Kartu Prakerja dari Gelombang 1 hingga 13, Panitia: yang Menyeleksi Bukan Manusia

Baca juga: Yuk Simak Cara Cek Lolos Kartu Prakerja Gelombang 13, Bisa Lewat SMS atau www.Prakerja.go.id

Baca juga: Jelang Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Guru Honorer Dapat Perlakuan Istimewa, Bisa Tes Tiga Kali

Baca juga: Bertemu Jokowi, Amien Rais Sebut Ancamam Neraka Jahanam Lalu Diam saat Mahfud MD Minta Bukti

KUR merupakan kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak.

Tetapi belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Ini menjadi salah satu arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan kewirausahaan.

Pemerintah mendorong skema pemberdayaan berkelanjutan.

Salah satunya melalui fasilitasi program kredit usaha rakyat bagi wirausaha alumni peserta Program Kartu Prakerja yang terkena PHK.

Berdasarkan arahan tersebut, saat ini sudah dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Data Wirausaha Alumni Peserta Program Kartu Prakerja yang terkena PHK.

“Data ini kami berikan kepada Kemenko Perekonomian untuk menjadi program lanjutan atau program graduasi bagi penerima Program Kartu Prakerja pasca mereka menjadi wirausahawan,” ungkap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (6/3/2021).

Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Alumni Kartu Prakerja yang terkena PHK untuk dapat memperoleh KUR Super Mikro yang merupakan salah satu bentuk pemberdayaan Alumni Kartu Prakerja pasca menjadi Peserta Kartu Prakerja.

Denni Puspa Purbasari mengatakan bahwa Tim Pelaksana Kartu Prakerja mengeparesiasi kebijakan pemberian KUR kepada alumni Kartu Prakerja yang terkena PHK ini.

Karena juga mendukung pertumbuhan dari Program Kartu Prakerja ke depannya.

Hingga tanggal 7 Desember 2020, terdapat 43,8 juta pendaftar di situs resmi Program Kartu Prakerja.

Jumlah ini berasal dari 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia.

Sementara dari gelombang 1-11, sudah ada 5,98 juta orang ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja, dengan 5,23 juta orang di antaranya sudah menerima insentif.

Berdasarkan informasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja terdapat lebih kurang 19.500 alumni yang menyatakan diri sebagai wirausaha.

Hal ini menunjukkan bahwa program Kartu Prakerja juga mampu menciptakan wirausaha baru.

“Statistik Manajemen Kartu Prakerja menunjukkan bahwa 35 persen penerima Kartu Prakerja yang dulunya tidak bekerja kemudian menjadi bekerja dimana 17 persen-nya menjadi wirausaha,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan namun juga memberikan pukulan kepada sektor perekonomian.

Saat pandemi muncul kelompok rentan miskin karena hilangnya pekerjaan/pendapatan dan di saat bersamaan kelompok ini tidak ter-cover sebagai target penerima bantuan sosial manapun.

Oleh sebab itu, Pemerintah melakukan transformasi kebijakan Program Kartu Prakerja menjadi semi-bantuan sosial sebagai bagian dari PEN sektor perlindungan sosial.

Diharapkan dengan adanya transformasi kebijakan ini, masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan mengambil berbagai pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal hidup selama dan pasca pandemi.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, turut berkomentar mengenai hal ini.

“Ini menjadi program keberlanjutan bagi teman-teman yang sudah menjadi Alumni Kartu Prakerja yang saat ini berwirausaha dan ingin naik kelas, bukan hanya ke kelas mikro, tetapi juga ke kelas kecil dan menengah,” tandasnya.

“Jika pelaku usaha dari alumni Kartu Prakerja ingin meningkatkan kualitas dan skala produksinya maka akan membutuhkan tambahan modal.

Dan program KUR dalam hal ini bisa digunakan untuk menaikkan skala usaha mereka ke depan,” sambungnya.

Di sisi lain, diharapkan dengan adanya pemberdayaan alumni Program Kartu Prakerja diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu pertumbuhan wirausaha nasional.

Dengan begitu, diharapkan target yang dicanangkan dalam RPJMN tahun 2020-2024 tercapai, yaitu rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024.

Cara alumni Prakerja dapat stimulus bantuan Rp 10 Juta:

1. Masuk kategori usaha mikro.

2. Lama usaha calon penerima KUR Super Mikro tidak dibatasi minimal 6 bulan. Lama usaha dapat kurang dari 6 bulan dengan persyaratan:

  • Mengikuti program pendampingan (formal atau informal); atau
  • Tergabung dalam suatu kelompok usaha; atau
  • Memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.

3. Bagi pegawai PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal 3 bulan dengan pelatihan 3 bulan, tapi dapat kurang dari 3 bulan atau usaha baru dengan syarat yang telah diatur oleh pemerintah.

4. Belum pernah menerima KUR

Jika syarat KUR Super Mikro tersebut terpenuhi maka bisa mendapatkan bantuan program tersebut dari pemerintah.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, suku bunga KUR Super Mikro ditetapkan sebesar 0% (kredit tanpa bunga) sampai dengan 31 Desember 2020, dan 6% setelah 31 Desember 2020 dengan jumlah kredit maksimum Rp10 juta.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved