Breaking News:

Amien Rais Akui Sudah Tua, Tak Inginkan Apa-apa Kecuali Hal Ini Sebelum Meninggal Dunia

Politisi senior Amien Rais sebut dirinya sudah tua, tak inginkan apa-apa kecuali hal ini sebelum dia menutup mata.

Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam, Mahfud MD dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menerima Amien Rais beserta sejumlah perwakilan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021). Kedatangan Amien Rais beserta KH Abdullah Hehamahua, KH Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Ahmad Wirawan Adnan, Mursalim, dan Ansufri Id Sambo guna membahas laporan Komnas HAM terkait peristiwa tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Cikampek beberapa waktu lalu. Seusai pertemuan, Presiden Jokowi mengantar Amien Rais dan rombongan sampai ke pintu depan Istana Merdeka. Dalam video terbarunya, Amien Rais akui dirinya sudah tua, tak inginkan apa-apa kecuali hal ini sebelum dia menutup mata. 

Amien menyebut, oligarki pada era saat ini terlalu jelas, dibuktikan dengan adanya salah satu kelompok yang memegang kekuasaan sesungguhnya.

"Jadi menurut saya, untuk Indonesia saat ini tafsir lama yang sifatnya state centric view, yang menganggap bahwa negara itu berkuasa, pusat segala kekuasaan dan paling tinggi kedaulatannya itu dari waktu ke waktu sudah kalah dengan pandangan yang lebih realistis."

"Yang terjadi adalah sejak pemerintahan Bung Karno diganti oleh Soeharto hingga akhirnya Jokowi kekuasaan negara sudah dikalahkan oleh Multination Corporation (MNC), belakangan lebih populer dengan nama TNC (Transnational Corporation)," imbuh Amien.

Amien Rais kemudian juga menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Hal tersebut terkait ucapan Mahgud MD sewaktu menjabat Ketua MK yang mengatakan bahwa sebanyak 92% calon kepala daerah dibiayai oleh Cukong.

"Di mana-mana, calon-calon itu 92 persen dibiayai oleh cukong dan sesudah terpilih. itu melahirkan korupsi kebijakan."

"Masih kata Mahmud, lisensi kebijakan itu biasanya berupa lisensi penguasaan hutan, tambang dan lisensi lainnya yang lebih merugikan masyarakat," ujar Amien menirukan pernyataan Mahfud MD.

Atas pernyataan tersebut, Amien memuji Mahfud MD, kemudian membandingkan sikap mantan Ketua MK periode 2008-2013 itu dengan saat ini.

"Saya kira saat itu Mahfud masih bagus, masih berbicara secara jujur tetapi Mahfud yang sekarang jauh berbeda," ungkapnya.

Menguatkan pendapatnya soal cukong, mantan politikus senior PAN ini kemudian mengutip pernyataan Ahok.

Amien mengutip ucapan Ahok dari pemberitaan yang tayang pada 26 Mei 2015 silam.

"Ahok juga pernah ngomong 26 mei 2015, Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden kalau mengandalkan APBD," kata Amien.

"Saya ngomong jujur kok. Jadi selama ini bapak-bapak ibu-ibu jadi mengetahui. Maka yang terbangun sekarang rumah susun, jalan inspeksi, waduk, itu semua bantuan pengembang," sambung dia mengutip ucapan Ahok yang tayang di media massa.

Editor: Elga H Putra
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved