Breaking News:

Konsumen Buku Nikah Palsu Banyak dari Pasangan Nikah Siri, Ini Peran Ketujuh Pelaku

Polres Metro Jakarta Utara meringkus tujuh orang anggota sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang. Pelanggan buku nikah pasangan nikah siri

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Barang bukti sampul buku nikah palsu yang diamankan dari sindikat pemalsu jaringan Jakarta-Subang. Polres Metro Jakarta Utara meringkus tujuh orang anggota sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang. Pelanggan buku nikah pasangan nikah siri 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polres Metro Jakarta Utara meringkus tujuh orang anggota sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang.

Para pelaku menjajakan buku nikahnya kepada pasangan yang menikah siri.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, para pelanggan buku nikah ini hendak mendapatkan keuntungan pribadi tanpa dokumen resmi.

Dengan memegang buku nikah palsu yang dijajakan sindikat Jakarta-Subang ini, para pasangan nikah siri bisa mengurus dokumen-dokumen lainnya.

Tujuh orang pelaku pemalsu buku nikah yang diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/3/2021).
Tujuh orang pelaku pemalsu buku nikah yang diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/3/2021). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Mayoritas para pemesan adalah pasangan yang nikah tidak resmi (nikah siri) dan sudah memiliki anak di luar pernikanan resmi," kata Guruh di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/3/2021).

Berbekal buku nikah palsu, para pasangan nikah siri disinyalir bisa melengkapi administrasi penerbitan akte kelahiran, kartu keluarga, BPJS, hingga KTP anak.

Tak hanya itu, mereka juga bisa memanfaatkan buku nikah palsu untuk kepentingan pinjaman uang.

Baca juga: Gisel Diminta Hadir di Persidangan Kasus Video Syur, Ibunda Gempi Bersurat ke Pengadilan & Kejaksaan

Baca juga: Sejumlah Judul Drama Korea yang Miliki Rating Tertinggi di Bulan Maret dan Jadi Tranding Topik

Baca juga: Ombudsman Panggil Dinas Kesehatan DKI Soal Dugaa Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Keluarga DPRD

"Rata-rata digunakan untuk dijadikan syarat legalitas suami istri, sebagai syarat pembiayaan kredit, pembuatan akte, BPJS, dan lainnya," kata Guruh.

Pengungkapan sindikat ini diawali informasi terkait adanya transaksi buku nikah palsu di daerah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved