Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Kuasa Hukum Rizieq Shihab Pastikan Bakal Ajukan Eksepsi

"Setelah nanti Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan kita langsung eksepsi pada saat itu juga. Pada saat itu juga langsung menyampaikan eksepsi."

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah bakal mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan.

Keputusan ini diambil meski sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan bagi Rizieq dan tujuh terdakwa lain yang digelar pada Selasa (16/3/2021) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur belum rampung.

"Setelah nanti Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan kita langsung eksepsi pada saat itu juga. Pada saat itu juga langsung menyampaikan eksepsi," kata Alamsyah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021).

TONTON JUGA:

Kepastian bakal mengajukan eksepsi setelah tim kuasa hukum menerima salinan dakwaan bagi Rizieq yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Saking Ingin Punya Mobil, Kepala Dusun Namai 3 Anaknya Merek Mobil Terkenal, Apa Saja Itu?

Eksepsi yang diajukan tidak hanya untuk Rizieq, tapi juga lima terdakwa lain dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020 lalu.

"Eksepsi kita intinya surat dakwaan JPU batal demi hukum. Tentang surat dakwaan pertama terhadap lima orang terdakwa lain. Karena dakwaan pertama itu materinya aneh," ujarnya.

Alamsyah menuturkan satu alasan pihaknya mengajukan eksepsi karena dalam dakwaan JPU menguraikan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani enam menteri/kepala lembaga saat pemerintah melarang kegiatan Front Pembela Islam.

Menurutnya uraian tersebut bertentangan dengan pasal yang disangkakan JPU terhadap Rizieq dan lima terdakwa lain dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Heboh Makam Pasien Covid Dibongkar, Ustaz Dasad Latif: Memindahkan Jenazah Haram kecuali Darurat

"Tiba-tiba dikatakan melanggar pasal 160 KUHP dan pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan. Itu, dalam peristiwa itu pasal 160 KUHP delik pidana umum tidak bisa di-juncto kan dengan delik pidana khusus. Maka surat dakwaan itu kami menanggap batal demi hukum," tuturnya.

Tiga perkara perkara Rizieq yang disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yakni kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020.

Perkara hasil tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor pada tanggal 27 November 2020 yang diduga ditutupi dari pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Serta perkara kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Bogor pada tanggal 13 November 2020 lalu.

Penulis: Bima Putra
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved