Breaking News:

Bapak di Depok yang Aniaya Bayi 7 Bulan Cuma karena Kesal Dengar Tangisan Sepulang Kerja

EP, seorang bapak asal Depok yang tega menganiaya bayinya sendiri berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Metro Depok.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Pelaku EP ketika diamankan di Polres Metro Depok, Rabu (17/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - EP, seorang bapak asal Depok yang tega menganiaya bayinya sendiri berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Metro Depok.

Diberitakan sebelumnya, akibat penganiayaan tersebut, bayinya yang baru tujuh bulan berinisial MP ini mengalami luka lebam pada bagian wajahnya hingga tak dapat membuka bola matanya.

Kepada wartawan, EP mengaku khilaf telah meninju bayinya sendiri, lantaran kesal mendengar suara tangis sepulang ia kerja.

Baca juga: Usai Aniaya Bayi 7 Bulan hingga Babak Belur, Pelaku Klaim Menyesal

"Saya pulang kerja jam dua siang, belum tidur sama sekali, ngantuk, kepala pusing, capai," ujar EP pada wartawan di Polres Metro Depok, Rabu (17/3/2021).

"Saya pukul dua kali, disininya (wajah) sama disini (mata kanan)," timpalnya lagi.

Tak berselang lama usai meninju bayinya, istrinya, SN, pulang dari tempat kerjanya dan mendapati bayinya babak belur.

Ia pun histeris, dan pelaku pun mengakui bahwa ialah yang telah menganiaya bayinya.

"Di rumah, kan terus ibunya pulang. Saya ngaku abis mukul, terus kepala saya dipukul istri," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, pelaku EP diamankan jajarannya di tempat kerja.

Baca juga: Bayi 7 Bulan di Depok Dihajar Bapak Sampai Babak Belur, Pelaku Kesal Korban Nangis Terus

"Dia keluar dari rumah kita cari sampai empat hari, dan kami tangkap di tempat kerjanya," ujar Imran saat memimpin ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Pancoran Mas.

Imran menuturkan, akibat perbuatan pelaku, bayi tujuh bukan ini mengalami luka mebma di mata, pecah bagian mulut dalam, memar pada bagian lutut, dan luka cubitan di punggung.

Pelaku pun terancam dijerat Pasal 44 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan ancaman 10 tahun penjara.

"Pasal 44 Ayat II Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004, tentang KDRT, ancaman hukuman 10 tahun penjara,"  pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved