Breaking News:

Kisah PSK Solo: Biasanya Mangkal Cari Pelanggan, Kini Bergelut Buat Telur Asin

 Para pekerja seks komersial (PSK) di Solo, biasanya mangkal dan layani pria, kini beralih bikin telur asin.

Istimewa/Dok Polresta Solo
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (jaket kuning), ikut razia PSK yang digelar Polresta Solo, Sabtu (27/2/2021) malam 

TRIBUNJAKARTA.COM - Para pekerja seks komersial (PSK) di Solo, biasanya mangkal dan layani pria, kini beralih bikin telur asin.

Hal ini dilakukan oleh para PSK yang ditampung di Panti Pelayanan Sosial Wanita (PPSW) Wanodyatama, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Mereka berada di tempat ini karena sebelumnya terjaring razia yang digalakan kepemimpinan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.

Adapun usia para wanita penjaja seks yang ditampung mulai dari 18 sampai 50 tahun.

Sebelum menjalani kegiatan itu, mereka harus menjalani karantina mandiri dan serangkaian protokol kesehatan.

Uji swab menjadi satu diantara protokol kesehatan yang harus dilalui oleh kurang lebih 65 orang PSK.

Kepala PPSW Wanodyatama, Joko Sarwanto mengatakan, para PSK yang direhabilitasi sudah dinyatakan negatif Covid-19.

"Kalau di-swab test, tidak ada yang positif Covid-19. Tapi, ada yang diketahui livernya sakit dan HIV/AIDS," kata Joko kepada TribunSolo.com, Selasa (16/3/2021).

Warga binaan PPSW Wanodyatama, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Solo tengah menggoreng donat, Selasa (15/3/2021).
Warga binaan PPSW Wanodyatama, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Solo tengah menggoreng donat, Selasa (15/3/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Mereka, sambung Joko, langsung menempati kamar-kamar yang telah disediakan di PPSW Wanodyatama.

Para PSK menjalani serangkaian kegiatan rehabilitasi, diantaranya bimbingan mental, religiusitas, dan karakter.

Halaman
1234
Editor: Elga H Putra
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved