Kenali Ciri-Ciri Tanaman Hias yang Tidak Sehat, Ini Cara Mengatasinya

Mengoleksi tanaman hias menjadi kegiatan menyenangkan yang banyak digemari masyarakat selama pandemi Covid-19.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA
Macam-macam tanaman di tenant Urnan Plantae di CL Urban Market, Mal Ciputra Jakarta, Kamis (18/3/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mengoleksi tanaman hias menjadi kegiatan menyenangkan yang banyak digemari masyarakat selama pandemi Covid-19.

Sama halnya seperti makhluk hidup lain, tanaman hias juga perlu dirawat dengan telaten agar tumbuh lebih baik.

Nah jika tak dirawat dengan telaten, bisa saja tanaman akan menunjukan beberapa ciri yang tak sehat.

Aqbas Udhiya Suwito dari Urban Plantae Indonesia mengatakan, salah satu ciri-ciri bahwa tanaman tampak tidak sehat bisa dikenali dari warnanya.

Biasanya, kata Aqbas tanaman yang tak sehat cenderung memiliki daun yang berwarna agak kuning. 

Bisa dari daun yang baru tumbuh, atau daun-daun yang sudah tumbuh.

Baca juga: Anang Hermansyah Dapat Kado Spesial di Hari Ultah, Aurel Beri Kado Jam Tangan Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Dipaksa Mundur di All England 2021, Persembahan Jonatan Christie Untuk Mendiang Kakak Sia-Sia

Baca juga: Ngaku Kuli Bangunan, Pria di Bekasi Nekat Curi Material Proyek Pembangunan Masjid

"Biasanya rata-rata itu terjadi pada pembusukan akar," kata Aqbas ditemui di CL Urban Market, Mal Ciputra Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Penyebab tanaman tak sehat, ada berbagai macam faktor. 

Bisa dari penyiraman berlebihan atau overwatering, atau komposisi media yang tidak pas sehingga menyebabkan pembusukan akar, atau bisa juga karena hama.

Salah satu masalah yang sering terjadi pada tanaman hias di rumah, biasanya seperti timbulnya bintik-bintik putih di bagian belakang atau atas daun akibat adanya hama.

Baca juga: Kecil-Kecil Cabe Rawit, Florida Ghosh Tanaman Hias Dibanderol Rp 1,3 Juta, Seperti Apa?

Jika ini terjadi, Aqbas menjelaskan bisa dikontrol dengan cairan pestisida atau cairan penghilang hama.

Neem oil bisa jadi salah satu pilihannya. Namun selain itu adapula beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan.

Salah satunya seperti cabai dan daun sirsak.

"Kalau mau bikin sendiri dengan blender cabe itu udah oke banget. Jadi daun sirsak diblender campur cabe, itu oke untuk pengendalian hama," tuturnya.

Namun apabila pembusukan akar terjadi, maka salah satu penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan mengeluarkan tanaman dari medianya.

"Itu kita tarik, kita bersihkan akarnya. Lalu kita rendamkan di air aja. Kita rendam di air selama satu minggu sampai 2 minggu, sampai akar barunya muncul, baru nanti kita ganti media yang baru," kata Aqbas.

"Treatmentnya gitu sih kalau udah terjadi pembusukan biasanya," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved