Breaking News:

Tak Diindahkan, Polisi Bakal Panggil Secara Paksa Pembangun Tembok Beton di Rumah Warga Tangerang

Polisi menunggu kedatangan Asrul Burhan alias Ruli yang disebut-sebut sempat mengacungkan golok kepada perempuan di kawasan Tajur, Ciledug, Tangerang

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Ega Alfreda
Pemerintah Kota Tangerang membongkar sebuah tembok beton setinggi dua meter menghalangi jalan rumah warga di Jalan Akasia RT 04/03 , Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3/2021) 

Lantaran, ia merasa merupakan pemilik sah dari tanah di bawah tembok setinggi dua meter itu.

"Jelas kecewa, kami ini pemilik sah dari tanah ini berdasarkan surat-surat yang kami miliki," jelas Herry di lokasi pembongkaran, Rabu (18/3/2021).

Kendati demikian, Herry membiarkan Satpol PP Kota Tangerang merubuhkan temboknya dan memilih untuk diam.

Ia mengaku telah menunjukkan bukti kepemilikan yang ia miliki atas tanah tersebut.

Seperti berupa akte jual beli (AJB) ke petugas yang membongkar dindingnya.

"Tentunya saya tidak ingin melawan aparat yang sedang melakukan pembongkaran ini. Kami tadi coba memberikan kepada pihak yang berwajib, yang bekerja di sini, untuk berhenti, tetapi tidak diterima," jelas Herry.

Maka dari itu ia berencana membangun kembali tembok yang sudah dibongkar Pemerintah Kota Tangerang.

Selain itu, tambah Herry, pihaknya akan mempertahankan hak yang mereka miliki atas tanah tersebut.

"Kami akan meneruskan kepemilikan tanah ini dan kami akan memasang pagarnya kembali," ujar Herry.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Daerah 1 Pemerintah Kota Tangerang Ivan Yudhianto mengatakan akan membongkat kembali tembok bila kembali dibangun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved