Breaking News:

Tanggapi Kebijakan Anak Buah Soal Sepeda Non-Lipat Masuk MRT, Wagub DKI: Bisa Mengganggu

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak sepakat dengan kebijakan pengelola MRT yang mengizinkan sepeda non-lipat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi PT MRT Jakarta
Kabin MRT Jakarta 

William menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan fasilitas jalur sepeda pada tangga stasiun.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan stiker pada stasiun dan kereta.

Namun, MRT Jakarta memberikan syarat untuk sepeda yang bisa memasuki kereta.

William menyebut, sepeda yang diperbolehkan masuk gerbong adalah sepeda reguler atau yang biasa digunakan oleh warga.

Adapun dimensi maksimal yang diperbolehkan, yakni 200 sentimeter X 55 sentimeter X 120 sentimeter, dengan lebar ban maksimal 15 sentimeter.

Selain itu, sepeda tandem tidak diperbolehkan masuk.

MRT Jakarta juga menerapkan jam khusus untuk mengangkut sepeda non-lipat. Pada Senin-Jumat, penumpang yang membawa sepeda non-lipat diperbolehkan naik kecuali pada jam sibuk, yakni pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00 WIB.

Sementara pada Sabtu dan Minggu, sepeda non-lipat diperbolehkan masuk selama jam operasional kereta.

Pembatasan ini dilakukan guna mengurangi potensi penumpukan penumpang.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved