Breaking News:

Food Story

Cita Rasa Jawara Soto Betawi H Husen di Setiabudi: Menyesap Gurihnya Kuah Kuning

Warung Soto Betawi H Husen yang berlokasi di Jalan Padang Panjang No. 6 C, Kelurahan Pasar Manggis, Jakarta Selatan, acapkali dipenuhi hiruk pikuk

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Penampakan Soto Betawi H Husen pada Kamis (18/3/2021). 

"Kuahnya agak kuning kemerahan, merahnya itu kita ambil dari minyaknya cabai," ujar Yadi, nama panggilannya, kepada TribunJakarta.com pada Kamis (18/3/2021).

Meski bukan soto istimewa, soto campur yang saya pesan porsinya juga terbilang banyak.

Potongan aneka jeroan dan daging tampak memenuhi mangkuk. 

Soto betawi ini juga ditaburi emping. Bila emping yang tersaji di mangkuk tak cukup, tersedia juga emping berukuran besar seperti kerupuk rambak.

Kala disesap, kuah santannya terasa gurih. Mulut seolah menagih untuk terus menyeruput gurihnya kuah kuning itu.

Dulu, lanjut Yadi, kuah soto yang diracik mendiang H Husen berasal dari campuran santan dan susu bubuk.

Namun, Yadi tak lagi memakai susu karena tekstur kuahnya menjadi beda. Kendati tak memakai susu, kualitas rasa kuah sotonya tak berubah.

"Memang dulu pakai susu, tapi karena teksturnya jadi beda enggak dipakai lagi. Mungkin karena kualitas susunya yang berkurang jadi mengubah tekstur kuah. Kalau rasa Insya Allah masih sama dengan yang dibuat bapak saya," jelasnya.

Saya juga terpesona dengan pemandangan jeroan yang teronggok di dalam kuah soto.

Baca juga: Ridwan Kamil Ikut Serang Instagram BWF: Hancurkan Nilai Esensi Olahraga

Berbeda dengan soto betawi yang lain, soto betawi H Husen hanya berisi daging dan jeroan tok. Tak ada irisan tomat ataupun kentang di dalamnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved