Mencicipi Kuliner di Sekitar Bangunan Bersejarah, Selain Perut Kenyang Wawasan Kita Bertambah

Jika beberapa Soto Betawi mungkin berwarna putih karena campuran santan dan susu, di sini Soto Betawinya cenderung berwarna kuning kemarahan.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Gedung Candra Naya, rumah bersejarah yang lokasinya ada di tengah gedung hotel dan apartemen di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kota Jakarta menyimpan segudang kisah tentang masa lampau.

Di Jakarta Barat, ada sebuah rumah tua bergaya oriental yang bersejarah. 

Disebut dengan nama Candra Naya, lokasinya ada di tengah gedung hotel dan apartemen di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Sayang, waktu saya berkunjung ke sini gedung ini tutup untuk kunjungan publik.

Tetapi kalau mengacu keterangan di samping pintu masuk, gedung Candra Naya ini sebelumnya merupakan kediaman dari Khouw Kim An seorang pemuka komunitas keturunan Cina.

Pada waktu zaman penjajahan Belanda, kegiatan utamanya adalah mengelola dan memimpin komunitas Cina. Khouw Kim An lahir di Batavia, pada 5 Juni 1879.

Penduduk sekitar, menyebut rumah ini sebagai rumah mayor.

Sebab, dahulu Khouw Kim An memiliki pangkat mayor setelah dipromosikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda tahun 1910.

Meskipun tutup dari kunjungan publik, tetapi pengunjung bisa berfoto-foto sambil menikmati suasana bergaya oriental di sekitar gedung ini.

Ada lampion-lampion merah terpasang tepat di bagian teras rumah.

Suasana teduh juga terasa saat berjalan ke bagian belakang rumah. Ada kolam ikan, lengkap dengan beberapa pancuran air di sana.

Ditambah dengan pemandangan gedung-gedung tinggi yang ada tepat di belakang rumah ini.

Seolah-olah menunjukan bahwa bangunan ini seperti tak tersentuh oleh zaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved