Breaking News:

Loyalis Annas setelah SBY Jadi Ketum Demokrat: Yang Ngeprank Saya Presiden

Loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika mengungkapkan dirinya pernah kena prank oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum. 

Bila kubu SBY mengajukan Marzuki Alie, kubu Anas akan mengajukan Saan Mustopa.

Menurutnya kompetisi itu hanya akan menghabiskan energi.

Mendengar alasan tersebut, SBY kemudian menyambut gembira tawaran itu dengan syarat Anas dan kawan-kawannya mampu memastikan terjadinya aklamasi.

I Gede Pasek pun memastikan aklamasi kepada SBY akan terjadi sepanjang Marzuki Alie tidak maju dalam kongres luar biasa (KLB).

SBY merespon dengan berkomitmen akan menyatukan partai jika dirinya terpilih sebagai ketua umum.

Kabar ini disampaikan langsung ke Anas sepulang I Gede Pasek dari Istana.

Kala itu, Anas disebutnya tertawa dan langsung bereaksi dengan menghubungi DPD serta DPC via telpon untuk memberikan dukungan ke SBY.

"Banyak yang kaget kenapa diarahkan milih SBY. Mas Anas waktu itu bilang, 'sudahlah biar semua selamat pilih SBY aja dulu, nanti urusan saya belakangan lah yang penting proses teman-teman nyaleg'," kata I Gede Pasek.

Singkat cerita, KLB yang digelar di Bali secara aklamasi memilih SBY sebagai ketua umum. Anas dan I Gede Pasek sengaja tak hadir dalam KLB.

SBY sendiri mengabarkan kemenangannya melalui pesan Black Berry Messenger (BBM) kepada I Gede Pasek. Lantas, SBY meminta usulan nama-nama dari Anas dan loyalisnya untuk dimasukkan ke dalam kepengurusan DPP Partai Demokrat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved