Breaking News:

Pasek Klaim SBY Pernah Tawarkan Ani Jadi Ketum Demokrat: Masa Mau Rekor MURI, Ada Bapak Ibu Anak

Penawaran itu dilontarkan SBY kepada Gede Pasek Suardika yang merupakan loyalis Anas Urbaningrum.

Editor: Kurniawati Hasjanah
TANGKAPAN LAYAR Kompas.TV
SBY saat konferensi pers menanggapi KLB Partai Demokrat, Jumat (5/3/2021). 

"Karena posisi ini yang langsung in charge itu kan pak SBY. Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina, sehingga biar langsung itu disatukan saja otoritasnya itu. Tidak lagi tiga kekuatan, langsung satu lagi," jelas GPS. 

Selain itu, GPS menilai Demokrat akan menjadi pembicaraan di masyarakat jika Ani Yudhoyono menjadi ketua umum. Karena hal itu membuat keluarga SBY seolah menguasai partai. 

"Kan lucu nanti. Ketua Dewan Pembina, Ketua Majelis Tinggi ini bapaknya (SBY), ketua umum ibu (Ani), sekretaris jenderal anak (Ibas)," kata Gede Pasek. 

"Kan tambah parah lagi, kita nggak bisa jualan di masyarakat. Wong ini aja sudah menyatu bapak sama anak, masa mau kita rekor MURI lagi ada bapak ibu anak," imbuhnya. 

Hanya saja, GPS mengatakan tak bisa mengungkap alasan tersebut kepada SBY saat bertemu empat mata di Istana Negara kala itu. Dia takut SBY akan tersinggung. 

"Tapi kita nggak bilang begitu, kita tetap bilang simbol bapak kita perlukan untuk menyatukan semua. Kalau kita bilang begitu, tersinggung pasti. Karena logika politik saya kan 'aduh malu kan masa bapak ibu anak (di posisi penting semua), ini apa ini. Walaupun sekarang muncul ya," tandasnya. 

Baca juga: Massa Aksi Geruduk Kantor DPP Partai Demokrat di Menteng Jakarta Pusat, Begini Respon Polisi

Baca juga: Jadi Tim Underdog di Piala Menpora 2021, Persita Tangerang Bawa 30 Pemain ke Sleman

Diminta Pilih Anas atau SBY

Loyalis Anas Urbaningrum sekaligus mantan kader Demokrat yakni Gede Pasek Suardika alias GPS mengaku sempat mendapat tekanan agar membelot dari Anas.

Gede Pasek mengatakan kejadian itu bermula saat perseteruan di internal Partai Demokrat terjadi antara Anas dan SBY.

Anas yang dianggap tidak loyal berusaha disingkirkan dari posisi ketua umum kala itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved