Breaking News:

Politisi Golkar Singgih Januratmoko: Impor Beras Perlu Syarat, Jangan Sampai Merugikan Petani

Politisi Golkar itu menyebut, impor beras diperlukan dengan syarat-syarat tertentu, tentu jangan sampai merugikan petani.

Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko menghelat sosialisasi empat pilar di Kabupaten Klaten, pada Sabtu (2/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah bakal mengimpor kembali beras dalam waktu dekat sebesar 1 juta-1,5 juta ton.

Kebijakan impor menjadi tidak populis di tengah-tengah isu swasembada pangan dan ketahanan pangan ini pun menjadi pertanyaan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, cadangan beras tersebut sebagai pengaman menjelang hari besar keagamaan.

Selain itu, untuk mengamankan stok beras nasional.

Kebijakan pemerintah tersebut didukung oleh Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko.

Politisi Golkar itu menyebut, impor beras diperlukan dengan syarat-syarat tertentu, tentu jangan sampai merugikan petani.

"Catatan penting saya, isu pangan adalah isu global. Dia telah menjadi komoditas penting dalam geopolitik dan geoekonomi, yang mempengaruhi kehidupan global," kata Singgih saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Menurutnya di dalam negeri, impor pangan menjadi isu sensitif dan tidak populis.

Singgih menolak anggapan impor beras ini tidak peka petani.

"Masyarakat harus memahami, impor tersebut masih berupa nota kesepahaman atau MoU. Hal ini untuk memastikan pemerintah mendapat kuota jatah beras yang jadi isu sensitif dunia," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved