Breaking News:

Tolak Impor Beras, Sekjen Partai Bulan Bintang Minta Pemerintah Fokus Serap Hasil Panen Petani

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor meminta pemerintah untuk membatalkan kebijakan impor beras.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor meminta pemerintah membatalkan kebijakan impor beras.

Menurut Afriansyah, kebijakan ini mengabaikan masukan dari menteri terkait dan para kepala daerah yang menjadi sentra produksi pangan.

“Partai Bulan Bintang menolak keras impor beras ini. Akan sangat bijak jika Kementerian Perdagangan menerima masukan dan mendengarkan aspirasi kepala daerah sebelum mengambil kebijakan impor beras ini,” kata Afriansyah saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Afriansyah menyarankan, Mendag belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, mengemukakan data-data yang obyektif, baru mengambil keputusan.

“Saya harap pak Presiden Jokowi batalkan impor beras ini dan mulai melakukan penyerapan hasil panen. Terutama peranan Bulog yang sangat dibutuhkan," ucapnya.

Menurut dia, politik pangan nasional adalah politik pangan berdikari.

Jangan korbankan petani oleh kepentingan impor sesaat yang di dalamnya sarat dengan kepentingan pemburu rente.

“Menurut saya sebaiknya pemerintah pusat mengutamakan penyerapan gabah lokal dahulu. Belum impor saja harga gabah sudah turun. Kami minta pemerintah fokus penyerapan. Kasihan petani, pupuk sudah sulit, ketika panen harga turun,” ujarnya.

“Kalau alasan darurat bencana, boleh-boleh saja atau pun impor beras khusus dan karena kebutuhan daerah tertentu, silakan. Tapi harus dijelaskan secara detail agar tidak mengguncang situasi pada saat kita mau panen. Inikan sudah masuk musim panen," tambahnya.

Berdasar data Perum Bulog per 14 Maret menunjukkan masih ada 275.811 ton beras sisa impor 2018 yang masih tersisa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 106.642 ton di antaranya telah dinyatakan turun mutu.

Bulog menargetkan dapat menyalurkan beras sisa impor sebanyak 41.365 ton pada 2021.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved