Breaking News:

Komentari Sidang Rizieq Shihab, Advokat Togar Situmorang: Terdakwa Merendahkan Badan Peradilan

Sikap penolakan terhadap persidangan virtual yang ditunjukkan terdakwa kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, Rizieq Shihab mendapat sorotan.

Editor: Suharno
ISTIMEWA
Rizieq Shihab dan Advokat Togar Situmorang. 

"Yang jelas seharusnya kita sebagai praktisi hukum sekaligus advokat itu bisa memberikan pemahaman kepada terdakwa atau klien kita untuk tertib dan taat serta bisa mengikuti segala susunan agenda yang sudah diatur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya

"Jelas di situ kita sangat sayangkan dan jelas sangat merugikan pihak Terdakwa dalam hal ini Habib Rizieq Shihab."

"Betul dia bicara tentang hak asasi, betul dia bicara tentang hukum acara pidana tetapi dalam hal ini Majelis Hakim memiliki peraturan tersendiri."

"Tolong hargai hukum dan prosesnya di Negeri ini. Hargai Pengadilan," ungkap Togar.

Advokat Togar Situmorang.
Advokat Togar Situmorang. (ISTIMEWA)

Melihat dari tindakan yang dilakukan oleh Terdakwa bisa diduga telah melakukan Contempt of Court sebagaimana diatur dalam UU No 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung butir 4 alinea ke-4 yang berbunyi:

"Selanjutnya untuk dapat lebih menjamin terciptanya suasana yang sebaik-baiknya bagi penyelenggaraan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan yang mengatur penindakan terhadap perbuatan, tingkah laku, sikap dan/atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat, dan kehormatan badan peradilan yang dikenal sebagai Contempt of Court. Bersamaan dengan introduksi terminologi itu sekaligus juga diberikan definisinya.”

Dari hal tersebut, dapat dijelaskan bahwa perbuatan tingkah laku, sikap dan ucapan yang dapat merongrong kewibawaan, martabat dan kehormatan lembaga peradilan, sikap-sikap tersebut dapat dikategorikan dan dikualifikasikan sebagai penghinaan terhadap lembaga peradilan atau Contempt of Court

Peraturan tersebut tidak boleh diintervensi dan tidak boleh diarti maknakan karena Pengadilan itu adalah Lembaga yang independen, yang mandiri dan tidak bisa kita pengaruhi.

"Kita lihat sendiri apa yang dikatakan oleh Hakim Ketua pada saat itu bahwa tidak ada satupun atribut negara dalam hal itu disitu hanya terlihat lambang negara Pancasila."

"Menurut saya, pernyataan Ketua Majelis Hakim tersebut memiliki arti yang dalam. Dimana Hakim hanya bersumber dan patuh pada dasar negara kita yaitu Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia," ujar Togar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved