Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Pernah Jadi Juru Parkir & Debt Collector, Arman Depari Terkenal Dengan Sebutan Jenderal Gondrong BNN

Terkenal dengan sebutan Jenderal Gondrong, Deputi Pemberantasan BNN Drs. Arman Depari sempat menjadi juru parkir hingga debt collector.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari saat ditemui di Kantor BNN, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021) - Terkenal dengan sebutan Jenderal Gondrong, Deputi Pemberantasan BNN Drs. Arman Depari sempat menjadi juru parkir hingga debt collector. 

Demi menggagalkan penyeludupan tersebut, ia harus transit dari satu kapal ke kapal lain.

Klimaksnya, saat transit kapal ia jatuh dan terpeleset.

Baca juga: Rumah Mewah di Kebon Jeruk Dipereteli, Saksi Mata: 14 Hari Ada Enam Orang Bawa Truk 

Laut yang dalam membuatnya pucat pasi dan panik.

Arman mengatakan nyawanya seolah berada diujung tanduk.

Namun, lagi-lagi kuasa Tuhan membuatnya berhasil selamat usai terjatuh dari kapal.

"Jadi untuk bisa merapat ke pantai harus loncat kapal ke kapal. Itu pas transit kapal milik Bakamla itu jatuh karena licin. Ini sempat lebam di bagian kaki kanan," ucapnya.

Selanjutnya, kejadian berikutnya ialah kala ia menggagalkan penyeludupan narkotika di Sukabumi, Jawa Barat.

Di mana BNN berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 60 kilogram pada tahun 2014 silam.

Kala melakukan pengembangan kasus, lagi-lagi ia harus mengejar sampai ke perairan Pelabuhan Ratu.

Badai besar yang terjadi kala itu membuatnya hampir membatalkan operasi kala itu.

Bahkan, Arman menyebut itu menjadi satu-satunya kejadian yang membuatnya hampir membatalkan operasi.

"Itu bermula dari pengembangan operasi. Sempat badai besar. Mungkin itu satu-satunya dihidup saya yang ingin membatalakan operasi. Saya melihat badai kok begini," ungkap bapak tiga anak ini.

Arman menceritakan itu pertama kalinya ia melihat badai yang teramat seram.

Daun pohon kelapa yang tinggi dikatakannya sudah menyentuh daratan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memberi keterangan di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020).
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memberi keterangan di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Dingin dan ombak besar tentunya sudah hal yang pasti terjadi saat itu.

"Guidenya mengatakan kalau selama dia di situ, dia baru lihat cuaca bgni. Nah itu yang membuat saya ragu untuk melanjutkan operasi itu. Tapi saya batalkan tidak mungkin. Akhirnya saya tanya anak buah melalui HT," ujarnya.

Melalui HT, anak buah mengatakan gelombang tinggi dan jarak pandang hanya tiga meter.

Ketegangan demi ketegangan terus terjadi sampai puncaknya seorang anak buah Arman jatuh ke laut.

Meski bukan menimpa dirinya, itu termasuk kejadian terburuk yang dialaminya selama pengembangan kasus.

Tenggelam di tengah gelombang tinggi membuat Arman dan rekan lainnya berupaya mencari.

Sampai keajaiban terjadi dan anak buahnya pun muncul ke permukaan air laut.

Baca juga: 5 Fakta Pria Lompat dari Apartemen Ambassador: Potongan Kaki Terpental hingga Motif Ekonomi

"Anggota saya masuk ke dalam laut. Itu dia sudah tenggelam dan muncul lagi," jelasnya.

Arman menuturkan semuanya merupakan resiko dari pekerjaannya.

Sejauh ini, ia selalu mensyukuri apapun yang Tuhan berikan.

Apapun yang dihadapinya, ia selalu meminta perlindungan kepada Tuhan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved