Breaking News:

Percasi Angkat Bicara Soal Laga Dewa Kipas Vs GM Irene, Tak Bisa Disebut Kebangkitan Dunia Catur

Laga Dewa Kipas vs Irene hanyalah pertandingan persahabatan yang tidak ada kaitannya dengan agenda atau program PB Percasi.

Tangkapan Layar YouTube Deddy Corbuzier
Suasana laga catur persahabatan antara WGM Irene Sukandar vs Dewa Kipas Dadang Subur, Senin (22/3/2021). 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNJAKARTA.COM - Pertandingan persahabatan Dadang Subur alias Dewa Kipas melawan grand master Irene Sukandar yang disiarkan langsung lewat youtube Deddy Corbuzier memang secara tidak langsung menaikkan pemberitaan olahraga catur di Indonesia.

Hanya saja, pertandingan yang digelar, Selasa (23/3/2021) kemarin ini ternyata tak bisa disebut sebagai momentum untuk mengembangkan olahraga catur Indonesia.

Hal ini dijelaskan oleh sekretaris jendral PB Percasi, Hendri Hendratno.

Baca juga: Dewa Kipas Kalah Telak dari Irene Sukandar, GothamChess Beri Sindiran: Main Curang Akan Ketahuan

"PB Percasi memang terdukung untuk publikasi catur lewat viralnya Dewa Kipas vs Irene, tetapi jika disebut bagaimana PB Percasi menjaga momentum dunia catur lewat viralnya laga kemarin tidak tepat ya. PB Percasi itu untuk pembinaan dan kami punya program atau agenda tersendiri," ujarnya kepada Warta Kota, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Dewa Kipas Kalah Telak Lawan Grandmaster Catur Irene Sukandar, Kerap Blunder Selama Permainan

Menurutnya, Laga Dewa Kipas vs Irene hanyalah pertandingan persahabatan yang tidak ada kaitannya dengan agenda atau program PB Percasi.

Jauh sebelum laga Dewa Kipas vs Irene, Percasi sendiri punya program turnamen catur 15 seri, dimana 11 seri telah dimainkan lewat online, dan sisanya dilanjutkan April mendatang.

Turnamen resmi ini pun akan dihitung hasilnya oleh Percasi. Sedangkan laga Dewa Kipas tidak masuk pada raihan poin di catur.

Selain catur online, PB Percasi juga tengah mempersiapkan atletnya guna mengikuti Sea Games 2021.

Tak hanya itu, agenda catur junior pun tengah disiapkan Percasi.

"Tahun ini kejuaraan nasional junior usia tujuh hingga 19 tahun di Bangka Belitung pada Juli. Target peserta sekira 500 hingga 800 pemain. Tentu kami berharap kondisi semakin membaik sehingga nantinya bisa digelar secara offline. Indonesia juga sebagai tuan rumah kejuaraan catur junior tingkat Asia yang tempatnya di Bali. Itu Oktober mendatang, usia yang bermain tujuh hingga 18 tahun. Jadi tanpa laga kemarin pun, program serta agenda Percasi telah ada," tuturnya.

Dalam kejuaraan catur junior Asia, Percasi menyebutkan sekira 30 negara akan hadir, dan target pesertanya sekira 500 pemain.

Sedangkan untuk agenda tahunan, Percasi terus mengadakan kejurnas, dan di level provinsi, ada pula kejurprov, dan ada pula kejuaraan catur tingkat kabupaten.

"Jadi Percasi sudah ada program dan agenda tahunan ya. Jadi tidak tepat menyebut laga kemarin menjadi momentum bagi kami untuk memajukan catur. Tentu kembali lagi ke program kami," ujarnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved