Breaking News:

Dalam Sehari, 31 Pelanggar Lalu Lintas Terekam Kamera Tilang Elektronik di Margonda Depok

31 pelanggaran tersebut, merupakan pelanggaran berkendara tanpa menggunakan sabu pengaman (safety belt).

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, tepat di depan Kantor Wali Kota Depok, Jumat (19/3/2021). Dalam Sehari, 31 Pelanggar Lalu Lintas Terekam Kamera Tilang Elektronik di Margonda Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sejak diresmikannya Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada Rabu (24/3/2021) kemarin, sudah ada puluhan pengendara roda empat yang terbukti melanggar.

Data yang tercatat oleh Satlantas Polres Metro Depok, ada 31 pelanggar yang terekam kamera E-TLE.

31 pelanggaran tersebut, merupakan pelanggaran berkendara tanpa menggunakan sabu pengaman (safety belt).

"Data yang tercapture tanggal 24 maret 2021 hanya yang tidak menggunakan safety belt, jumlah 31 pelanggaran," ujar Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Indra Waspada, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/3/2021).

Sebelumnya Andi juga mengatakan, bahwa pihaknya akan mengirimkan surat tilang tersebut pada setiap pelanggar.

Baca juga: Sopir Taksi Dibegal di Jalan Antasari Jakarta Selatan, Korban Ditusuk Lebih Dari Dua Kali

Baca juga: Viral Pria Berkepala Plontos Ngamuk Robohkan Rambu Lalu Lintas di Kalimalang Bekasi

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran di Matraman Ada yang Sedang Hamil 3 Bulan, Keluarga: Kami Hanya Bisa Tabah

“Surat pemberitahuan akan diberikan kepada alamat yang tertera di data kendaraan tersebut. Membutuhkan waktu dua Minggu untuk pembayaran denda tilang,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Bilamana ada pelanggar yang tidak mengindahkan surat tilang tersebut, Indra menuturkan secara otomatis kendaraan tersebut akan terblokir.

“Artinya kalau surat pemberitahuan itu tidak diindahkan secara otomatis nanti kendaraan itu akan terblokir,” bebernya.

Indra mengatakan, jenis pelanggaran yang dapat disorot oleh kamera E-TLE untuk sementara ini adalah mereka yang tidak mengenakan sabuk pengaman dan menggunakan handphone saat berkendara.

"Untuk pelanggaran itu sendiri adalah pelanggaran penggunaan sabuk keselamatan dan pelanggaran menggunakan handphone," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved