Breaking News:

Oknum Aparat Diduga Main Tangkap Pekerja Konveksi, Begini Penjelasan Kapolsek Sawah Besar

LSM Gempita menyoroti tindakan oknum aparat yang membawa dua pekerja industri konveksi rumah tangga, di kawasan Kecamatan Sawah Besar, Jakpus

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi borgol - LSM Gempita menyoroti tindakan oknum aparat yang membawa dua pekerja industri konveksi rumah tangga, di kawasan Kecamatan Sawah Besar, Jakpus 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) menyoroti tindakan oknum aparat yang membawa dua pekerja industri konveksi rumah tangga, di kawasan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gempita, T Rusdy, mengatakan oknum aparat tersebut menduga industri itu tak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"Pelaku usaha kecil, konveksi rumahan sedang pusing karena pandemi, ini kok oknum polisi malah cari-cari kesalahan," kata dia, kepada Wartawan, Kamis (25/3/2021).

"Mohon jangan main tangkap pekerja yang tidak tahu apa-apa karena produknya dianggap tidak memiliki SNI," lanjutnya. 

Berdasarkan keterangan dari dua pekerja tersebut, lanjutnya, mereka sempat dibawa ke kantor polisi setempat.

"Menurut pengakuan pekerja konveksi tersebut, dia dibawa karena soal izin dan SNI. Kami dari LSM Gempita jelas mempertanyakan, apa dasar hukum penangkapan tersebut," jelas Rusdy.

Baca juga: Usai Ustaz Gondrong Viral, Ada Lagi yang Bermodus Bisa Menggadaikan Uang, Korban Merugi Rp 33 Juta

"Tapi kedua pekerja pada sebuah industri konveksi tersebut sudah dilepas kembali," tambahnya. 

"Untuk itu, pihaknya berharap oknum polisi tersebut diperiksa sesuai aturan yang berlaku," sambungnya. 

Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom, membenarkan adanya pemeriksaan dua pekerja konveksi tersebut.

"Kami jelaskan, kami mendapatkan laporan informasi, makanya kami amankan. Karena di sini kan masih proses klarifikasi. Tapi sesuai informasi, mereka tidak terbukti," jelas Alan, sapaannya, saat dikonfirmasi, di tempat terpisah. 

Baca juga: Oknum RT Penyunat Bansos Sudah Dicopot, Dinas Sosial DKI Tingkatkan Pengawasan

"Makanya untuk orang yang terperiksa sudah kami serahkan, dikembalikan karena tidak cukup bukti. Jadi, kita mengecek saja dan humanisme prosesnya," tutup dia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved