Breaking News:

Penggandaan Uang di Bekasi

Beli Jimat dan Jamu Tidak Ampuh, Empat Pasien Herman Gondrong Melapor ke Polres Bekasi

Hermawan alias Herman Gondrong terancam hukuman pidana kasus penipuan, hal ini menyusul laporan yang diajukan 4 orang pasien ke Polres Metro Bekasi

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Kediaman Herman alias Ustaz Gondrong di RT001 RW003, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (22/3/2021). (Inset) Ustaz Gondrong sedang menghitung uang yang digandakannya. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Hermawan alias Herman Gondrong terancam hukuman pidana kasus penipuan, hal ini menyusul laporan yang diajukan empat orang pasien ke Polres Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Hendra Gunawan mengatakan, terdapat empat orang yang merasa tertipu dari aktivitas tersangka Herman Gondrong.

"Ada empat orang, kami sudah melakukan pemeriksaan, mereka seluruhnya mengaku sebagai pasien yang pernah datang ke Herman," kata Hendra saat dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021).

Hendra menambahkan, empat orang ini datang ke Herman setelah melihat video aksi penggandaan uang.

"Korban yang melapor ini merasa yakin sama Herman Gondrong setelah melihat video, dia mengira tersangka ini sakti bisa melakukan apa saja," terangnya.

Suasana rumah Herman Gondrong di Gang Veteran, RT001 RW003, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/3/2021).
Suasana rumah Herman Gondrong di Gang Veteran, RT001 RW003, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/3/2021). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Salah satu korban lanjut Hendra mengaku, hendak meminta untuk agar Herman mengobati sakit keras yang diderita.

Korban yang merupakan pasien Herman ini, selanjutnya diberikan jamu hasil ramuan.

Baca juga: 6 Tahun Kasus Kematian Akseyna, Universitas Indonesia Dukung Langkah yang Ditempuh Kepolisian

Baca juga: Ibu Hamil Jadi Korban Penembakan di Ciracas, Ketua RT: Pendarahannya Cukup Banyak

Baca juga: Ditunggu Jemaah Tak Kunjung Datang, Ustaz Dibunuh Saat Hendak Datangi Pengajian Malam Jumat

Namun, selang beberapa hari tidak ada perubahan sama sekali.

"Kami masih selidiki jamu apa yang diberikan, makanya kita akan dalami ramuannya apa saja apakah mengandung bahan-bahan berbahaya," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved