Breaking News:

Kesal Pelaku Dibiarkan Berkeliaran, Wanita Korban Perkosaan Satpam Kantor Curhat di Video Pengakuan

Kesal pelaku pemerkosa dirinya dibiarkan berkeliaran, wanita korban perkosaan satpam kantor bikin video pengakuan.

Tangkap layar via Surya
Seorang wanita berjilbab di Makassar mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh seorang satpam di kantornya. Karena laporannya lambat dilanjutkan polisi, dia pun membuat video pengakuan hingga viral. 

Ketiganya diringkus Unit Reskrim Polsek Galang, Polresta Barelang tak lama setelah ibu korban melapor.

Kelakuan bejat tersebut dilakukan di salah satu rumah tersangka, di mana korban berada di bawah ancaman.

Kasus ini bermula saat seorang anak kecil melihat korban dan pelaku masuk ke dalam rumah dan menuju kamar.

Di rumah tersebut, korban lalu dijejali rokok oleh ketiga pelaku.

Baca juga: Polisi Evakuasi Sopir Bajaj yang Tewas di Kursi Kemudi: Habis Makan Bubur, Sakit Perut, Lalu Tewas

Anak kecil (saksi) yang melihat hal itu lantas melapor ke ibu korban.

Dari penjelasan putrinya, sang ibu mendapati fakta jika anaknya telah melakukan hubungan badan dengan pelaku.

Dari sana, sang anak juga mengaku sudah ditiduri oleh tiga pria yang berbeda.

Mereka juga melakukan pemerkosaan yang sama dalam kamar tersebut.

"Awalnya itu, korban ini diancam oleh salah seorang pelaku."

"Dari chat tersebut dikatakan kalau pelaku ini punya foto mesum korban dengan orang lain," sebut Kelly.

Ancaman tersebut berbunyi, jika korban ingin selamat, dia meminta jatah yang sama, yaitu menemani dia tidur.

Karena ketakutan, korban akhirnya menyetujui permintaan pelaku.

Bahkan pelaku pertama sampai ketagihan dan melakukan pemerkosaan sampai lima kali.

Selain itu ada teman lainnya yang juga melakukan aksi pemerkosaan yang sama pada korban.

Dengan alasan mempunyai foto bugil korban dengan seorang pria, akhirnya sang gadis SMP diminta untuk tidur berdua.

Begitu juga untuk pelaku ketiga.

"Jadi dari tiga pelaku ini mereka sudah melakukan pencabulan selama 16 kali ke pelajar SMP ini," sebutnya.

Dari hasil visum alat vital korban, diketahui kalau selaput dara korban sudah robek dan memar.

Hal itu terjadi karena korban dirudapaksa oleh ketiga pria yang terus mengancamannya tersebut.

"Kita kemarin minta divisum, hasil visum korbannya bikin saya sedih. Karena korban masih usia sekolah," sebutnya.

Akibat perbuatan tiga pelaku ini, mereka dikenakan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman Pidana Maksimal 15 tahun.

Polisi menyatakan ketiga pelaku ditangkap di tempat berbeda.

YP adalah satu dari 3 pemerkosa siswi SMP di Batam 16 kali yang diringkus polisi.

Bersama 2 saudara sepupunya, YP tanpa belas kasihan memperkosa korban 16 kali.

Setelah ditangkap polisi, ia baru mengaku menyesal, terlebih ia sudah menikah dan sang istri hamil tua.

Baca juga: Habis Makan Bubur Sopir Bajaj Sakit Perut Lalu Tewas, Jasadnya Sudah Dibawa ke RSCM

Di kantor polisi ia mencurahkan penyesalannya telah jadi bagian pelaku rudapaksa ke siswi SMP.

"Saya menyesal, saya merasa bersalah dengan istri saya, dia sebentar lagi akan melahirkan," sebut pelaku.

Ia mengatakan istrinya tidak tahu kalau saat ini dirinya ditangkap polisi atas kasus pencabulan ke siswi SMP. (SURYA/TRIBUN TIMUR)

Editor: Elga H Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved