Breaking News:

Orang Tua Siswa di Depok Laporkan Sekolah Terkait Uang Study Tour

Orang tua murid Yayasan Pendidikan Bina Taruna Bangsa (Bintara), Kota Depok, melaporkan sekolah atas dugaan penggelapan uang study tour

Kompas.com/Nurwahidah
Ilustrasi rupiah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sejumlah orang tua murid Yayasan Pendidikan Bina Taruna Bangsa (Bintara), Kota Depok, melaporkan sekolah atas dugaan penggelapan dana study tour ke ke Polres Metro Depok dengan Nomor: STPLP /568/K/III/2021/PMJ/Restro Depok

Dari informasi yang didapat, dugaan penggelapan uang study tour ini terjadi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas Bintara.

Salah seorang  orang tua murid dari tingkatan SMP, Eva Roma, mengatakan, dirinya telah membayar biaya study tour sebesar Rp 3 juta lebih.

Namun musabab pandemi Covid-19, rencana study tour dengan rute Depok-Bali ini pun dibatalkan.

“Saya mewakili orang tua murid melaporkan dugaan penggelapan dana study tour,” ujar Eva didampingi Kuasa Hukum para wali murid, Herman Dionne, di Polres Metro Depok, Pancoran, pada Jumat (26/3/2021) kemarin.

“Untuk saya pribadi uang saya yang masuk sudah Rp 3 juta dan itu masih menggantung di sekolah itu. Sampai saat ini belum dikembalikan dan belum ada transparansi,” timpalnya.

Lebih lanjut, Eva mengatakan pihak yayasan memilih untuk mengalihkan uang biaya study tour yang sudah diserahkan oleh para murid, untuk pembiayaan SPP bulan April-Mei 2021, sebesar Rp 1,3 juta.

 “Saya tidak setuju jika dana itu dialihkan untuk bayaran SPP. Saya sudah bayar sendiri (SPP) sampai bulan Mei,” tuturnya.

Eva menuturkan, buntut dari polemik uang study tour ini, ia mengungkapkan ada dugaan intimidasi dari pihak sekolah terhadap anaknya.

Halaman
123
Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved