Breaking News:

Pengusaha Bus Sayangkan Keputusan Pemerintah Buru-buru Larang Mudik

Pengusaha bus kecewa dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran tahun 2021.

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNNEWS/APFIA
Ilustrasi Mudik. Pemerintah Kembali Larang Masyarakat Mudik Lebaran, Pengusaha Bus: Itu Kebijakan Terburu-buru 

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES -Pengusaha bus kecewa dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran tahun 2021.
Keputusan itu dianggap terlalu terburu-buru.

Hal tersebut disampaikan Operasional PO Arimbi Bambang Suteja terkait pelarangan mudik Idul Fitri untuk kedua kalinya itu.

Bambang mengatakan keputusan tersebut terlalu terburu-buru karena kondisi pandemi Covid-19 pun belum dapat diprediksi sampai lebaran tahun 2021 ini.

"Itu keputusan terlalu terburu-buru. Siapa tahu corona nanti saat lebaran pergi tanpa kesan. Harusnya pemerintah tunggu dulu jangan otoriter sepihak menentukan kebijakan," ujarnya dihubungi Sabtu (27/3/2021).

Bambang mengatakan, saat ini pengusaha bus saja sudah berat untuk mendapatkan modal operasional.

Bus yang hanya boleh diisi setengah kapasitas selama setahun ini membuat pengusaha bus putar otak untuk membiayai operasional bus.

Misalnya saja untuk mengganti ban, mengganti oli, perbaikan mesin, dan mengurus izin yang harus terus diperbarui.

Semua itu kata Bambang perlu uang. Akan tetapi sejak pandemi, penumpang pun sepi sehingga berdampak pada pemasukan PO Bus.

Para pengusaha bus juga saat ini kalang kabut untuk menggaji para pegawai yang bekerja di industri tersebut.

Misal, kata Bambang, PO Arimbi memiliki sebanyak 300 orang pegawai yang bekerja di bidang operasional bus.
Mereka terdiri dari kondektur dan sopir.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved